3 Hal Syarat Wajib Puasa dan Syarat Sah Puasa Yang Harus Kita Ketahui.


Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (Kategori posting Puasa)

Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini utuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Bahasan tentang 3 hal syarat wajib puasa dan syarat sah puasa, kami sajikan dalam rangka menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, untuk memantapkan kita dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan ini, dengan baik dan benar sesuai tuntunan syar'i yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Disebutkan dalan hadits bahwa masih banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapat dari pahala puasanya, kecuali hanya lapar, dan dahaga saja.  Maka melalui tulisan ini penulis ingin menuangkan tentang kajian tersebut.

1. Berakal, bagi orang yang gila maka tidak wajib hukumnya.
2. Baligh (sampai usia 15 tahun) atau ada tanda yang lain, anak-anak tidak wajib hukumnya.
Sabada Rasulullah s.a.w.
"Tiga orang terlepas dari pada hukum:  a. Orang yang sedang tidur sehingga ia bangun,  b. Orang gila sampai ia sembuh,  c. Kanak-kanak sampai baligh". (HR Abu Daud dan Nasai)  

Firman Allah :
 وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْعَلَىٰ سَفَرٍفَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ  يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَوَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu." (QS. Al-Baqarah : 185). 

Firman Allah yang lain menjelaskan : 
 وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ 
"Dan atas orang yang kuasa tetapi amat payah melangsungkannya (karena tua, lemah, atau sebagainya) hendaklah ia membayar fidyah, memberi makan atas orang miskin". (QS. Al-Baqarah : 184).
1.  Islam, Orang bukan Islam tidak sah puasa.
2.  Mumayiz, (mengerti membedakan yang baik dengan yang tidak baik).
3. Suci daripada darah haidh dan yang berdarah, yaitu darah dari melahirkan anak (nifas), tidak sah berpuasa, tetepi keduanya wajib mengqadha (membayar) puasa yang tertinggal pada hari yang lain.
Diriwayatkan oleh : 
Dari Aisyah katanya ; "Kami disuruh oleh Rasulullah s.a.w. mengqadha puasa dan tidak disuruh untuk mengqdha sholat". (HR. Bukhari) 
4. Dalam waktu yang dibolehkan puasa padanya. Terlarang puasa pada dua hari raya dan hari Tasyrik (tanggal, 11, 12, 13 bulan Dzulhijah / Haji).
Sabda Rasulullah s.a.w. : Dari Anas ; "Bahwasanya Nabi s.a.w telah melarang berpuasa lima hari dalam setahun : 1. Hari raya idhul fitri, 2, hari raya Qurban/Haji, 3. tiga (3) hari tasyrik (tanggal , 11, 12, da 13 bulan Haji).

FARDHU PUASA (RUKUN PUASA).
1. Berniat pada malamnya, tiap-tiap malam selama bulan Ramadhan. Yang dimaksud dengan malam puasa, adalah malam yang pagi harinya berpuasa.

Sabda Nabi s.a.w. :
"Barangsiapa yang tidak berniat akan puasa, pada malamnya sebelum terbit fajar, maka bukanlah/tidaklah ia berpuasa". (HR. lima orang ahli hadits).  Kecuali puasa sunnah, boleh berniat di pagi hari bahkan siang hari dengan syarat asal sebelum "zawal" (matahari condong ke barat). 

Sabda Rasulullah s.a.w. yang lain :
"Dari Aisyah r.anha katanya : Pada suatu hari telah datang kerumah saya, Rasulullah saw. beliau bertanya : "Adakah makanan padamu?" Saya jawab : "Tidak ada apa-apa" Beliau lalu berkata : Baiklah kalau begitu sekarang saya puasa". Kemudian pada hari yang lain beliau datang pula sesampai beliau di rumah lantas kata kami : Ada kue (Hisun) diberi orang kepada kita, Ya Rasulullah" Beliau berkata "Mana kue itu?" Sebenarnya saya dari pagi puasa. Lantas beliau makan kue itu". (HR. Jama'ah Ahli Hadits kecuali Bukhari).  

Apa makna hadits diatas?  "Bahwa dalam kasus Rasulullah datang yang pertama beliau tidak berniat puasa pada malam harinya, tetepi karena di rumah tidak ada makanan apapun maka Nabi saw. berniat puasa sunnah pada pagi hari itu. Jadi Niat puasa Sunnah di pagi hari hukumnya sah. 

Dan pada kasus Rasullah datang yang kedua bahwa Nabi saw, sudah sedang puasa sunnah pada hari itu. akan tetepi di dalam rumahnya terdapat makanan maka Beliau urungkan puasanya hari itu. Apa artinya? jadi walaupun kita sudah berniat puasa bahkan sudah sedang berpuasa, dikarenakan ada makanan, maka untuk menghormati kepada yang punya rumah, Rasulullah membatalkan untuk puasa sunnahnya karena lebih menghormati untuk makan bersama. 

2. Menahan dari segala yang membatalkan puasa. sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Demikian uaraian singkat 3 Hal Syarat Wajib Puasa dan Sayart Sah Puasa yang Harus kita Ketahui. Semoga bermanfaat, dan selamat menjalankan ibadah puasa hingga sebulan penuh tanpa ada aral suatu apapun. 


Sumber :
Fiqih Islam : Oleh H. Sulaiman Rasjid Cetakan Ketujuhbelas hal. 222 - 225.
Penerbit  Attahiriyah - Jakarta. 

0 Response to "3 Hal Syarat Wajib Puasa dan Syarat Sah Puasa Yang Harus Kita Ketahui."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel