Panduan Islami Menghadapi Anak yang Tidak Sesuai Harapan Orang Tua

`

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Mu'amalah)

Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta mengiringi kita dalam segala kativitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin. 

Tidak semua anak tumbuh sesuai dengan harapan orang tua. Ada yang memiliki sifat, kebiasaan, atau pilihan hidup yang berbeda dari ekspektasi keluarga. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk tetap sabar, penuh kasih sayang, dan berpegang pada petunjuk Al-Qur’an. Anak bukan sekadar kebanggaan atau pelipur hati, tetapi juga amanah dan ujian dari Allah.

1. Menyadari Bahwa Anak Adalah Ujian

Allah mengingatkan bahwa anak bisa menjadi sumber ujian, sehingga sikap yang tepat adalah sabar dan bertakwa.

وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal: 28)

📌 Pesan ayat: Saat anak tidak sesuai harapan, jangan buru-buru menilai negatif, karena mungkin Allah ingin melatih kesabaran dan keikhlasan kita.

2. Tetap Bersikap Baik Walau Berbeda Harapan

Islam memerintahkan berbuat baik meskipun ada perbedaan, bahkan dalam hal keyakinan.

وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗا
“Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman: 15)

📌 Pelajaran: Jika kepada orang tua yang berbeda keyakinan saja diperintahkan untuk berbuat baik, tentu kepada anak yang berbeda sifat atau jalan hidup lebih wajib lagi kita berlaku penuh kasih.

3. Meneladani Kesabaran Nabi Ya’qub

Nabi Ya’qub menghadapi anak-anak yang berbuat zalim kepada saudaranya, Nabi Yusuf. Meski begitu, beliau tetap memberi arahan dengan penuh kelembutan.

يَٰبَنِيَّ لَا تَدۡخُلُواْ مِنۢ بَابٖ وَٰحِدٖ وَٱدۡخُلُواْ مِنۢ أَبۡوَٰبٖ مُّتَفَرِّقَةٖ

“Wahai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu, tetapi masuklah dari pintu-pintu yang berbeda…” (QS. Yusuf: 67)

📌 Pelajaran: Arahan dan nasihat bisa tetap disampaikan tanpa memutuskan cinta dan hubungan.

4. Memperbanyak Doa untuk Anak

Doa adalah senjata utama orang tua. Nabi Ibrahim pun mendoakan keturunan beliau agar tetap berada di jalan Allah.

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang mendirikan shalat, begitu pula anak keturunanku…” (QS. Ibrahim: 40)

📌 Tips: Doakan akhlak dan keimanan anak secara spesifik, bukan hanya keberhasilan duniawinya.

5. Menggunakan Hikmah dalam Mendidik

Allah memerintahkan untuk menyampaikan kebenaran dengan hikmah dan nasihat yang baik.

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik…” (QS. An-Nahl: 125)
📌Makna: Hikmah berarti menyesuaikan cara mendidik sesuai karakter anak, bukan memaksa dengan cara yang menyakiti hati.

6. Metode Yang Terbaik Mencari Pertolongan Allah, adalah sesuai firman-Nya :
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ 
 "Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat". (QS, 2 : 45)
Apapun jenis kesulitan yang kalian hadapi "sarana yang paling terbaik dan tepat adalah"  menerima dengan sabar, dan dilanjutan mendirikan shalat dengan ikhlas serta istiqamah. 

Kesimpulan

Menghadapi anak yang berbeda dari harapan bukan berarti gagal sebagai orang tua. Justru di situlah peluang untuk menunjukkan kesabaran, memperbanyak doa, dan menerapkan ajaran Islam dengan konsisten. Ingatlah bahwa anak adalah amanah, bukan milik mutlak kita. Tugas kita adalah membimbing dengan kasih, bukan memaksa sesuai ambisi pribadi. 

Demikian uraian singkat Panduan Islami Menghadapi Anak yang Tidak  Harapan Orang Tua. Semoga bermanfaat. Wallahu 'alam Bishowab. 

0 Response to "Panduan Islami Menghadapi Anak yang Tidak Sesuai Harapan Orang Tua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel