Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 28 s/d 34 (Surat ke-33)

Memahami Sebab-Sebab Turunya Ayat Al-Qur'an
Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (ketegori posting Asbabun Nuzul)
Pembaca budiman, Bimbingan serta Ridha-Nya semoga selalu tecurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Al-Ahzab (golongan yang bersekutu). Surat ini terdiri dari 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali Imran. Dinamai "Al-Ahzab" yang berarti golongan-golongan yang bersekutu. Sebab dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik, dan orang-orang musyrik, terhadap orang-orang mu'min di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang orang-orang mu'min sehingga sebagian dari mereka (orang mu'min) telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu. Ini adalah suatu ujian yang berat, dari Allah untuk menguji sampai dimana keteguhannya keimanan mereka. Namun akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.  

1. Keimanan :  
Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung, taqdir Allah tidak dapat ditolak, Nabi Muhammad s.a.w adalah contoh dan teladan yang paling baik. Nabi Muhammad s.a.w. adalah rasul dan nabi yang terakhir, hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadi kiamat.

2. Hukum-Hukum.
Hukum zhihar, kedudukan anak angkat, dasar waris mewarisi dalam Islam, hubungan nasab (pertalian darah), tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri, hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya; larangan menyakiti hati Nabi.

3. Kisah-Kisah.
Perang Ahzab (Khandaq),  Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid;  memerangi Bani Quraizhah.

4. Dan Lain-lain.
Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya; sifat-sifat orang munafik. 

Sekelumit sebagai ulasan, di awal-awal bulan Maret 2020 ada berita yang viral yang menyebutkan tentang berita "Qorona-19" dan si fulan ini membaca firman-Nya pada surat Al-Ahzab ayat 33. yang oleh pembacanya disebarkan lewat medsos, w.a  dll. dan diterjemahkan sesuai dengan apa yang terjadi di masa corona tersebut, tanpa berdasarkan asbabun nuzul atau tafsir yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan akhirnya ada ulama yang menanggapi bahwa itu sangat keliru sebab ayat 33 di surat Al-Ahzab tidak ada sangkut pautnya dengan corona-19. Karena ayat tersebut adalah wahyu Allah yang berkait dengan; Ketentuan-Ketentuan Allah Terhadap Istri Nabi yang diturunkannya dari mulai ayat 28-34. Pada surat Al-Ahzab tersebut.

Mari kita mulai kupas tentang Asbabun Nuzul Ayat 28-34 tersebut.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abubakar meminta izin berbicara kepada Rasulullah s.a.w akan tetapi ditolaknya. Demikian pula Umar Bin Khattab juga ingin berbicara dengan Nabi s.a.w namun juga ditolak. Tak lama kemudian Raulullah mengizinkan keduanya untuk masuk. Rasullah s.a.w. sedang duduk terdiam, dikelilingi oleh istri-istrinya. (Yang saat itu ada dari istrinya-istrinya sedang menuntut nafkah dan perhiasan). Maka Umar nyeletuk bermaksud untuk menggoda Rasullah s.a.w. yang sedang diam dengan wajah muram. Dengan maksud agar Rasulullah dapat tertawa, dan Umar berucap ; "Ya Rasullah sekiranya putri Zaid istri Umar (Istriku; kata Umar) minta belanja, akan kupenggal lehernya.
Maka ternyata Rasulullah s.a.w tertawa lebar dan bersabda : "Mereka ini yang ada disekelilingmu meminta nafkah kepadaku". (maksudnya istri-istri Nabi s.a.w).  Maka berdirilah Abubakar menghampiri Aisyah (istri Nabi) berniat untuk memukulnya dan demikian juga Umar menghampiri Hafsah (istri Nabi) sambil keduanya berkata : Engkau meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah s.a.w.?
Dengan kejadian tersebut di atas, maka Allah menurunkan ayat ini (QS, 33 : 28). Sebagai petunjuk kepada Rasulullah s.a.w. agar istrinya menentukan sikap (memilih Rasul atau memilih harta benda). "Beliau (Nabi) mulai bertanya kepada Aisyah tentang pilihannya dan menyuruh bermusyawarah lebih dahulu dengan kedua ibu-bapaknya". 
Aisyah menjawab "Apa yang mesti kupilih?" Rasulullah membacakan qur'an (QS, 33 : 28 dan 29). Aisyah menjawab; "Apakah soal yang berhubungan dengan tuan mesti kumusyawarahkan dengan ibu-bapakku?" Kata Aisyah ; padahal aku sudah menetapkan pilihan yaitu aku memilih Allah dan Rasul-Nya.(91)  Ket. Untuk lebih jelas, bacalah Al-Qurtubi juz 14 hal.162-173.  
Dibawah ini ayat yang diturunkan Allah kepada Nabi s.a.w. untuk menjelaskan kepada istri-istri Beliau. 
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu : "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah (1212) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik". (QS, 33 : 28).
Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar. (QS, 33 : 29). 
Ket. (1212) Mut'ah yaitu suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami. 
Lalu dilanjutkan pada ayat ke 30-34 Surat ke-33, yang redaksi terjemahnya adalah sebagai berikut : 

Ayat 30 "Hai Istri Nabi, siapa-siapa diantaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah". 
Ayat 31 "Dan barangsiapa diantara kamu sekalian (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahalanya dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia"
Ayat 32. "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk (1214) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya (1215) dan ucapkanlah perkataan yang baik".
Ket. (1214) yang dimaksud tunduk disini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka. 
(1215). yang dimaksud dengan "dalam hati mereka ada penyakit" ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina. 
Ayat 33. "Dan hendaklah kamu tetap dirumah-mu (1216) dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (1217) dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (1218) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. 
Ket. (1216) Maksudnya istri-istri Nabi saw. agar tetap di rumah, dan keluar rumah apabila ada keperluan. Perintah ini khusus dihadapkan kepada istri-istri Nabi Muhammad s.a.w. 
(1217). Yang dimaksud dengan Jahilliyah yang dahulu, ialah jahilliyah kekafiran yang terdapat sebelum zaman Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang dimaksud dengan Jahilliyah sekarang, ialah jahilliyah kemaksiatan yang terjadi sesudah datangnya Islam. 
(1218). Ahlul Bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w. 
Ayat 34 "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui"
Itulah asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab ayat 28 hingga 34, yang menerangkan tentang KETENTUAN KETENTUAN ALLAH TERHADAP ISTERI NABI. 
Sebagai penutup, sudah sangat jelas bahwa Ayat 33 di atas, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Qorona-19 yang sedang mewabah saat ini, atau ayat yang berhubungan dengan musibah dan wabah. 

Demikian uraian singkat Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab ayat 28 s/d 34 (Surat ke-33). Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam mengamalkan  agama Islam yang mulia ini. Wallahu 'alam. 

0 Response to "Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 28 s/d 34 (Surat ke-33) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel