Idul Fitri Memberikan Hikmah Dan Pelajaran Berharga.

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)
Pembaca budiman, Rahamt serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan menghapkan Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Idul Fitri menghibahkan/memberikan hikmah dan pelajaran berharga bagi kita yang merayakannya. Umat Islam memiliki dua Hari Raya, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Khususnya Hari Raya Idul Fitri adalah hari raya yang sangat di tunggu-tungu oleh umat Muslim seantero jagat raya ini, karena Hari Raya Idul Fitri adalah hari dimana Allah Ta'ala menghapus semua dosa-dosa umat muslim yang telah lalu. Tentu hal ini hanya berlaku untuk orang-orang yang telah melaksanakan puasa Ramadhan satu bulan penuh dengan tulus ikhlas semata hanya ditujukan kepada Allah. 
Sabda Rasulullah saw sebagai berikut : 
"Barangsiapa berpuasa di bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa shalat pada lailatul qadar, dengan keimanan dan mengharap pahala, dia diampuni dosa-dosanya yang telah lau" (HR. Bukhari dan Muslim).

Umat Islam tua, muda, laki-laki, permpuan, semua diperintahkan supaya merayakan kedua hari raya tersebut (Idul Fitri dan Idul Adha) khsusunya hari raya Idul Fitri sangat dianjurkan hingga wanita yang sedang haid-pun diperintahkan untuk ikut keluar menuju tempat shalat Idul Fitri, hanya saja untuk wanita yang sedang haid tidak diperkenankan mendekat terlalu dekat dengan masjid atau lapangan tempat shalat tersebut. Tetapi diperbolehkan untuk turut menikmati kegembiraan dalam suasana idul fitri tersebut. Ibnu Abbas menceritakan bahwa Rasulullah saw. senantiasa keluar rumah menuju kelapangan untuk shalat idul fitri bersama anak-anak dan istri-istrinya pada hari raya idul fitri tersebut.

Beberapa hari yang silam kurang lebih selang tujuh hari dari sekarang, (12 Juni 2019) kita umat Islam menyongsong kembali kegembiraan karena datangnya hari raya idul fitri, setelah satu bulan penuh di dalam area spiritual menunaikan kewajiban ibadah puasa di bulan ramadhan, juga amalan ibadah lainnya seperti, ibadah fardhu maupun sunnah.
Momentum/kesempatan Idul Fitri menjadi sesuatu yang istimewa bagi orang-orang yang beriman. Kedatangannya akan selalu memberi hikmah dan pelajaran yang berharga :

Pertama : Tumbuhnya kesadaran secara total bahwa bekal yang terbaik bagi orang-orang yang beriman adalah ketaqwaan kepada Allah SWT, sebab ending dari puasa adalah untuk mencetak ketaqwaan yang paripurna. Jika ajaran Islam dikenal dengan ajaran tiga dimensi, yaitu : Imam, Islam dan Ihsan, dan sifat taqwa adalah merupakan integralisasi ketiga demensi tersesebut.
Pada Hari Raya Idul Fitri, ukuran kegembiraan kita yang paling penting adalah kesuksesan menyandang predikat takwa sebagai tujuan daripada ibadah yang disyariatkan khsusnya ibadah pusasa Ramadhan.

Kedua : Memperkuat pengakuan atas besarnya nikmat iman dan islam. Status iman dan islam ini merupakan bagian dari puncak kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang mukmin.  Dengan nikmat iman dan islam ini seseorang berada pada derajat yang tinggi dan mulia. Sebab itu orang-orang beriman sepatutnya harus merasakan kegembiraan dan tidak perlu bersedih hal ini digambarkan dalam al-quran sebagai berikut :
"Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajtnya) jika kamu orang-orang yang beriman".  (QS Ali Imran : 139). 

Ketiga : Pentingnya menjaga hubungan baik (bersilaturahim) diantara sesama manusia. Suasana hari raya idul fitri mampu menumbuhkan dan menguatkan nilai persaudaraan dan kekeluargaan. Demikian sikap saling meminta ma'af dan mema'afkan tentu menjadi bagian perbuatan yang terpuji yang diperintahkan dalam agama islam. Dan juga mampu mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain, keduanya adalah ciri dari bagian orang-orang yang bertaqwa yang dapat mengundang cintanya Allah SWT. hal ini tertulis dalam firman-Nya sebagai berikut : 
...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (QS Ali Imran : 134)
Namun kemenangan/kegembiraan pada hari raya idul fitri jangan sampai menimbulkan sifat-sifat buruk, dan sifat tercela misalnya ; takabur, iri, dengki, dendam, berbohong, curang, tamak, ria, mencela dan sifat buruk lainnya. 
Semua akhlak buruk itu adalah sebagai perbuatan dosa yang akhirnya banyak menyebabkan kerugian, diantaranya adalah penghalang rahmat Allah dan segaligus petutup rezeki. Sifat-sifat tercela ini akan menjadi penyebab rusaknya bangunan persatuan dan persaudaraan di antgara sesama umat.  

Itulah diantara hikmah hari raya idul fitri yang barangkali kegembiraan saat ini, sudah mulai menurun tensinya dikarenakan telah berjalan satu minggu yang lalu pada puncaknya. Namun pada hakekatnya kemenangan/kegembiraan ini tetap akan selalu terjaga karena kita telah mendapatkan julukan orang-orang yang bertaqwa dengan telah berusaha untuk melawan semua hawa nafsu selama dalam area keruhanian yaitu puasa di bulan ramadhan dengan amalan-amalan yang besar baik amalan fardu maupun amalan-amalan sunnah. Dan sekalus akan menjadi sebuah kekuatan atau modal dalam menjalani kehidupan 11 bulan kedepan.

Pada akhirnya kita semua berharap mudah-mudahan dapat berjumpa kembali pada bulan Ramadhan yang akan datang dan sekaligus dapat meraih kemenangan dan kegembiraan pada tanggal 1 Syawal mendatang, atau Idul Fitri, mendatang. Dan semgoa Allah menerima segala amal ibadah yang kita kerjakan sehingga mendapat ampunan, rahmat serta keberkahan menyertai kita. Aamiin... 
Wallahu 'alam bishawwab. 

0 Response to "Idul Fitri Memberikan Hikmah Dan Pelajaran Berharga."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel