Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Meng-Qadha Puasa Ramadhan?


Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Puasa)
Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dapat ditunaikan selama 6 hari di bulan Syawal setelah menunaikan shalat Idul Fitri di tanggal 1 Syawal dan dapat dimulai untuk menunaikan puasa syawal 6 hari dimulai pada hari kedua di bulan syawal (dimulai pada tanggal 2 syawal).
Orang yang berpuasa sunnah 6 hari di bulan syawal sama dengan orang yang berpuasa setahun penuh.

Ada pertanyaan dari seorang Muslimah : Bagi saya kaum hawa, sangat sulit untuk dapat berpuasa  satu bulan penuh di bulan Ramadhan tersebut. Pertanyaan saya, jika setelah Ramadhan kita ingin melaksanakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, apakah saya wajib membayar puasa Ramadhan dahulu, baru (setelah itu) menunaikan puasa 6 hari di bulan syawal (puasa syawal) atau boleh langsung mengerjakan puasa 6 hari, baru membayar puasa Ramadhannya?  

Jawaban :
Pertama : Terkait dengan puasa wajib Ramadhan, di dalamnya ada dua puasa sunnah :
(1) Puasa sunnah yang terkait dengan puasa ramadhan, contohnya puasa 6 hari di bulan syawal semacam ini adalah puasa sunnah syawal berdasarkan hadits Nabi SAW, sebagai berikut :
"Barangsiapa yang menunaikan puasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama satu tahun". (HR. Ahmad 23533, Muslim 1164, Thurmudzi 759, dan yang lainnya)

(2). Puasa sunnah yang tidak ada kaitannya dengan puasa Ramadhan. Misalnya ; Puasa Arafah, puasa Asyura' puasa ayaumil bidh (setiap pertengan bulan dalam tahun Hijriyah).

Kedua : Untuk puasa yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan, puasa sunnah 6 hari di bulan syawal ini, hanya boleh dikerjakan jika puasa Ramadhan telah ditunaikan dengan sempurna, karena hadits disatas menyatakan "Barangsiapa melaksanakan puasa Ramadhan, (yang diartikan puasa ramadhan) yaitu bagi yang menunaikan dengan sempurna tanpa ada yang bolong atau terlewatkan.
Sementara orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan tidak dikatan telah melaksanakan puasa Ramadhan dengan sempurna. Sedangkan puasa sunnah 6 hari dalam bulan syawal hanya boleh dikerjan oleh orang yang puasa Ramadhanya sempurna. Maka jika ingin melaksanakan puasa sunnah 6 hari pada bulan Syawal, harus terlebih dahulu membayar/meng-qadha hutang puasa Ramadhannya yang tertinggal, baru melaksanakan puasa sunnah syawal.
Fatwa Imam Ibnu Utsaimin tentang wanita yang memiliki utang puasa ramadhan, smentara dia ingin puasa sunnah 6 hari di bulan syawal.
Jika seorang wanita memiliki hutang puasa ramadhan, maka dia tidak boleh puasa syawal kecuali setelah selesai meng-qadhanya. Berdasarkan sabda Nabi saw, "Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian di ikuti dengan puasa 6 hari di bulan syawal....." Namun sementara orang tersebut masih memiliki hutang puasa ramadhan, belum disebut telah berpuasa ramadhan. Sehingga dia tidak mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan Syawal, kecuali setelah selesai membayar/meng-qadha puasa Ramadhannya. (Majmu' Fatawa, 19/20). 
Hadits ini walaupun awalnya hanya ditujukan kepada kaum hawa (wanita) tetapi juga berlaku pula bagi kaum laki-laki yang juga masih memiliki hutang puasa Ramadhan dikarena ada udzur pada bulan Ramadhan tersebut. Misalnya karena sakit, karena sedang bersyafar (melakukan perjalanan jauh) tentu yang memenuhi syarat dalam syari'. 

Ketiga : Untuk puasa sunnah yang tidak terkait dengan puasa Ramadhan, boleh dikerjakan, selama waktu pelaksanaan qadha puasa ramadhan masih panjang. Akan tetapi, jika masa pelaksanaan qadha hanya cukup untuk melaksanakan qadha puasanya dan tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan puasa sunnah lainnya maka pada kesempatan itu dia tidak boleh melaksanakan puasa sunnah. Sebagai contoh : Ada orang yang memiliki hutang 6 hari puasa Ramadhan, sedangkan bulan Sya'ban hanya tersisa enam hari.  Selama enam hari ini, dia hanya boleh menunaikan qadha Ramadhan dan tidak boleh menunaikan puasa sunnah lainnya. Ini dikarenakan hutang puasa ramadhan harus sudah dibayar sebelum memasuki bulan Ramadhan yang akan datang, karena bulan Sya'ban adalah bulan paling akhir untuk membayar puasa Ramadhan.  

Keempat : Makna tektual (tertulis) hadits di atas menunjukkan bahwa niat puasa Syawal dan niat Qadha puasa Ramadhan itu tidak digabungkan, karena puasa Syawal baru boleh dilaksanakan setelah puasa Ramadhan sudah dilakukan secara sempurna (satu bulan penuh). Maka bagaimana mungkin bisa digabungkan. 
Kesimpulannya adalah bayar terlebih dulu hutang puasa Ramadhan lalu baru diikuti dengan puasa syawal apabila masih ada waktu dalam bulan syawal tersebut. 

Demikian sekelumit uraian singkat "Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Meng-qadha Puasa Ramadhan?".  Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dengan ikhlas hanya ditujukan kepada Allah SWT semata. Aamiin...
Wallahu'alam Bishawwab. 

0 Response to "Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Meng-Qadha Puasa Ramadhan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel