Belajar Dari Falsafah Sebuah Sumur.

Belajar dari sebuah Sumur.

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)
Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Belajar dari falsafah sebuah sumur, akan kita dapati hal-hal yang sangat positif yang terkait dengan ajaran agama Islam. Jika kita mencoba memperhatikan dengan seksama dari sebuah sumur, maka akan menemukan fenomena yang menarik, yaitu membalikkan logika matrialis. Apa yang dimaksud membalikan logika matrialis?. Sesuatu yang diambil atau dibagikan kepada pihak lain pasti jumlahnya akan berkurang. Dan semakin banyak diambil akan semakin menyusut bahkan dapat menjadi habis. Namun fenomena dari sebuah sumur, semakin sering diambil airnya justru akan semakin bertambah dan jernih warnanya.
Saat ini untuk sebagian masyarakat tidaklah familier terhadap sebuah sumur, dikarenakan sudah makin jarang yang menggunakan untuk keperluan pemenuhan air dalam rumah tangga. Tetapi bagi masyarkat yang masih hidup di pedesaan, sebuah sumur adalah hal yang sangat bermanfaat untuk segala keperluan rumah tangga, yang airnya dapat digunakan segala kebutuhan, misalnya mencuci pakaian, mencuci sayur mayur, perabot rumah tangga, mandi, bahkan hingga dikonsumsi sebagai air minum sehari-hari.
Pada umumnya air sumur mengandung lumut yang terkadang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, dan baru dapat kita ketahui ketika sudah ditampung dalam sebuah bak, maka baru terlihatlah lumut yang menempel di didinding sebuah bak tersebut.
Lumut ini adalah hasil dari air sumur yang kita angkat dari dalam sumur dengan menimba airnya. Lumut akan semakin banyak yang terangkat tatkala semakin banyak air yang ditimba dari dalam sumur tersebut. Di dalam proses pengambilan air dari dalam sumur yang semakin banyak jumlahnya, maka mata air yang berada di dalamnya akan terbebas dari sumbatan lumut.
Hal tersebut akan membuat lubang mata air di dalam sumur semakin membesar, karena tidak lagi tertutup oleh endapan lumut. Lubang mata air yang membesar juga dikarenakan terstimulasi banyaknya air yang diambil. Maka akan menjadi sangat logis apabila sebuah sumur yang airnya banyak diambil, juga akan semakin bertambah jumlah airnya dan menjadi jernih, dikala datang musim kemarau.
Perbedaan antara sebuah sumur yang jarang bahkan hampir tidak pernah diambil airnya, maka lumut yang berada di dalamnya akan mengendap. Apabila endapan tersebut dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, ia akan menutupi lubang mata air yang ada dalam sumur tersebut. Maka yang terjadi adalah boro-boro airnya bertambah, yang ada airnya berkurang dan keruh, dan tatkala  musim kemarau datang airnya-pun kering kerontang. Dan jika ingin air sumur itu banyak dan jernih maka harus dikuras terlebih dulu.
Apa yang dapat kita ambil dari falsafah/fenomena sebuah sumur itu, dari proses yang terjadi pada sumur, ini sejalan dengan prinsip dalam memberi atau berbagi menurut ajaran agama Islam. Bahwa Islam telah mengajarkan kepada umatnya apabila kita iklas dan rajin membagikan hartanya maka harta itu tidak akan berkurang karena disedekahkan. Bahkan secara kwantitas harta itu akan bertambah, sedangkan secara kwalitas harta itu akan lebih bersih dari hak orang lain. Sebagaimana air sebuah sumur yang selalu diambil maka airnya akan bertambah dan akan menghasilkan air yang jernih.

Tiga pokok dalam istilah Al-Qur'an terkait dengan berbagi atau memberi yakni : Infaq, Zakat, dan Shadaqoh. Infaq diambil dari kata nafaqa yang artinya adalah keluar.
1. Berinfaq adalah mengeluarkan sesuatu (harta), pada jalan kebaikan. Bagi orang yang selalu berinfaq Allah SWT, sangat menyukai terhadap yang demikian. Firman Allah sebagai berikut :
"(yaitu) Orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (QS (3) Ali Imran : 134). 

2. Zakat, secara bahasa berarti bersih dan tumbuh. Maka ketika seseorang menunaikan zakat, pada hakekatnya ia sedang membersihkan hartanya dari hak orang lain yang ada dalam dirinya. Karena harta orang lain yang ada dalam diri kita, bagaikan lumut yang tidak mudah dilihat dengan mata kasar ketika belum mengendap. Sebab sangat halus dan keberadaannya jarang disadari sehingga orang enggan untuk membayar zakat. Salah satu alasannya merasa hartanya sudah halal atau bersih. Padahal dalam harta yang halal itu, masih ada kotoran yaitu berupa hak orang lain. Oleh karena itu mengeluarkan zakat secara berkala bagi yang telah cukup nishab dan hisabnya dalam jumlah harta tersebut, menjadi sangat penting dan wajib supaya harta menjadi bersih dari kotoran, sebagaimana air sumur yang selalu diambil airnya dan pada akhirnya tersisalah air yang jernih di saat sumur-sumur yang tidak pernah diambil airnya menjadi keruh bahkan kering kerontang.

3. Shadaqoh/Sedekah berasal dari kata shidq yang mengandung makna jujur dan benar. Maka jika seseorang bersedekah, pada hakekatnya adalah ia sedang membuktikan kebenaran imannya. Karena orang yang beriman pasti akan selalu bersedekah baik dalam keadaan berkecukupan maupun kekurangan. Sedekah juga seakar dengan kata shadieq yang artinya kawan atau teman. Sedekah atau setiap pemberian akan menghasilkan kedekatan jiwa dan raga antara yang memberi dan yang diberi. Maka sedekah bukan hanya terbatas pada harta saja, tetapi juga dalam bentuk lain, misalnya ; dengan memberikan senyuman, membuang atau menyingkirkan duri dari jalanan, itu juga termasuk sedekah. Dan yang paling istimewa juga mengagumkan, bahwa sedekah tidak akan mengurangi sedikitpun dari harta yang kita miliki.
Untuk penutup kami cuplikan hadits Rasullah saw. sebagai berikut :
Rasullah SAW. bersabda ; "Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah". (HR. at-Tirmidzi). Wallahu a'lam bi shawwab.

Dekimikian uraian singkat materi belajar dari falsafah sebuah sumur. Semoga bermanfaat. Aamiin. 

0 Response to "Belajar Dari Falsafah Sebuah Sumur."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel