Sejarah Asal Mula Adanya Doa' Qunut Dan Turunnya Ayat 128 Surat Ali Imran.


Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Sejarah)
Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin. 

Asal mula Doa Qunut bermula dengan sebuah kisah, saat Nabi dalam fase dakwah di awal-awal Islam di Mekkah, tiba-tiba Nabi kedatangan tamu dari distrik Bier Mauna, menyatakan bahwa ada satu kampung akan masuk Islam secara bersamaan. Tentu saja Nabi saw. sangat senang dan menerimanya dengan tangan terbuka. Lalu tamu itu meminta kepada Nabi untuk dikirim guru/pengajar untuk memberikan pengajaran kepada orang yang akan masuk Islam tersebut.

Nabi saw. dengan antusias segera mengumpulkan para penghafal Al-Qur'an untuk dikirim ke kampung yang dimaksud tamunya. Padahal saat itu masih sangat terbatas dan langka orang yang hafal Al-Qur'an. Maklum karena memang Islam baru saja mulai tumbuh. Namun dengan usaha Nabi yang sungguh-sungguh, dengan cara mencari keseluruh wilayah Arab yang saat itu sudah banyak penduduknya masuk Islam. Akhirnya Beliau dapat mengumpulkan 70 orang yang hafal Al-Qur'an.
Singkat cerita, ke-70 orang tersebut dikirim ke daerah yang dituju yaitu di wilayah distrik Bier Mauna. Namun yang menjadi harapan Nabi saw. bahwa Islam akan dengan cepat berkembang dengan harapan banyak pengikutnya, tidak seperti yang ada dalam benak Nabi saw.  

Ketika Nabi saw. sedang shalat Subuh, dan ada juga riwayat yang mengatakan shalat Maghrib, tiba-tiba turun Malaikat Jibril a.s. menyampaikan berita bahwa tamu atau orang-orang yang datang kepadamu telah menipu, menghianati karena semua orang yang kamu kirim telah didzolimi, bahkan mereka dibantai hingga dibunuh (mereka sahid). Nabi dengan sifat kemanusiannya marah besar dan berdo'a, dan ketika berdoa ada yang meriwayatkan dilakukan sebelum ruku' dan ada juga yang mengatakan setelah ruku' pada raka'at yang terakhir. Apakah do'a yang dibaca nabi saw. ketika Nabi saw. sedang marah karena merasa telah ditipu?. Inilah doa yang beliau ucapkan : "Ya Allah, laknatlah si Fulan dan si Fulan, Ya Allah hukumlah suku Bani Keda, Bani Keda, Keda", ini menandakan kemarahan Nabi sehingga sampai menyebut suku anu, suku anu, dan suku anu,  hal ini menandakan kemarahan yang sangat keras dan ini adalah marah Nabi yang paling hebat sepanjang masa dalam menyampaikan dakwahnya. Dan doa yang beliau ucapkan isinya mendoakan kejelekan kepada kalangan munafik yang telah menipunya. 

Ketika Nabi sedang berdoa seperti bacaan di atas, maka tiba-tiba turun ayat 128 surat Ali Imran sebagai berikut : 
Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu, atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (QS, 3 : 128). 
Ayat tersebut di atas seolah sedang memberikan peringatan kepada Nabi Muhammad, bahwa kamu wahai Muhammad, tidak mempunyai hak untuk menghukum seseorang atau melaknat seseorang karena dia pernah berbuat salah. Hak Allah-lah untuk menentukan siapa yang dilaknat atau menghukum seseorang. Firman Allah pada ayat 128 Surat Ali Imran tersebut sungguh sangat halus, dan indah bahasanya. Karena ayat ini juga ingin memberikan keterangan kepada Nabi saw. bahwa tugas Nabi berdakwah dalam kebaikan sekalipun itu hanya berdo'a. Maka berdoalah yang baik-baik dan hindarkanlah dengan doa yang jelek-jelek. Ayat ini juga sebagai peringatan kepada Nabi Muhammad, bahwa kamu masih dalam awal berdakwah, jangan cepat merasa panas dan cepat marah-marah. 

Adapun doa itu sempat dibaca selama 1 bulan lamanya, ketika beliau sedang melakukan shalat subuh, dan dibaca pada rakaat kedua setelah ruku". Setelah turun ayat di atas maka terjadilah dua peristiwa. 
Pertama Nabi tidak pernah lagi berdoa seperti yang pernah dilakukan : "Ya Allah laknat si Fulan, hukum si Fulan", tetapi merubah doanya dengan doa yang baik. Dalam pengertian bahasa Arab sesuatu yang baik yang dimohonkan kepada Allah SWT, maka sifatnya disebut dengan Qunut. Kedua Nabi saw. lalu mengajarkan kepada cucunya Hasan dan para sahabat Nabi saw. menggantikan dengan doa yang baik, apa doanya? doa penggantinya adalah doa Qunut sebagaimana kita baca sekarang ini.
Inilah doa Qunut yang menggantikan doa yang jelek-jelek kepada doa yang baik-baik : 
Itulah doa yang diajarkan Nabi saw. Doa Qunut sebagaimana doa yang kita baca setiap shalat subuh setelah ruku' pada akhir rak'aat, ada perbedaan sedikit dalam bacaan "faqina syarramaa qadhoits" sedangkan kita pada umumnya memekai "birahmatika" hal ini sepakat jumhur ulama tidak masalah karena tiadk merobah tujuan doa tersebut. Dan setelah Nabi saw. mengajarkan do'a itu beliau tidak mempraktekan doa qunut itu hingga akhir hayatnya. Tetapi ketika itu Nabi melihat para sahabat dan cucunya Hasan membacanya beliau diam dan tidak melarangnya. Kita sama-sama tahu bahwa diamnya Nabi adalah suatu pertanda yang dapat dipakai sebagai landasan hukum, dalam hal ini adalah diperbolehkannya membaca doa Qunut tersebut diatas. 
Para ulama besar mengambil kesimpulan bahwa terkait dengan doa qunut ini, ada 3 (tiga) jenis kesimpulan. 
  1. Menurut pendapat Imam Abu Hanifah yang terkenal dengan sebutan Imam Hanifah, ini mengambil contoh Nabi yang tidak lagi membaca qunut hingga wafatnya. Setelah Rasulullah saw. mengganti doa qunut dengan bacaan yang baik, dan memuji Allah swt., serta bershalawat kepada Nabi dan keluarga, serta para sahabatnya. 
  2. Imam Maliki tetap mempraktekan bacaan doa qunut yang dibaca oleh para sahabat pada waktu shalat subuh dalam raka'at terakhir, namun dibacanya sebelum ruku'.  Dan Imam Syafi'i juga tetap mempraktekkan bacaan doa qunut yang dibaca pada waktu shalat subuh pada raka'at terakhir dan dibaca setelah ruku'.
  3. Imam Hanbali membaca do'a qunut hanya jika Umat Islam mendapatkan musibah yang besar, mencakup seluruh wilayah di belahan bumi ini. Inilah yang dinamakan "QUNUT NAZILAH".
Maka ketika sekarang ada umat Islam tidak membaca qunut pada waktu shalat subuh, atau ketika witir, dan pada akhir-akhir Ramadhan, maka tidak salah karena hal ini ada contoh dari ulama besar, yaitu Imam Hanafi yang tidak melakukannya. Dan bagi yang hari ini tetap membaca qunut pada shalat subuh juga benar, karena hal ini juga dicontohkan oleh kedua imam masyhur, yaitu Imam Maliki dan Imam Syafi'i.

Demikian uraian singkat Sejarah Asal Mula Adanya Do'a Qunut Dan Turunnya Ayat 128 Surat Ali Imran. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan dalam pengamalan agama dengan baik, dan benar. Wallahu 'alam. 

Baca juga yang ini : 

0 Response to "Sejarah Asal Mula Adanya Doa' Qunut Dan Turunnya Ayat 128 Surat Ali Imran."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel