Adab Berbakti Kepada Kedua Orangtua di Waktu Hidup dan Setelah Meninggal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Assalamu'alaikum wr.wb. Kajian Islam (katagori posting Mu'amalah)
Pembaca budiman, sukses selalu dalam segala aktivitas dan semoga Allah swt. terus akan membimbingnya ke jalan yang benar. aamiin...
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, menulis materi dengan judul : Adab Berbakti Kepada Kedua Orangtua di Waktu Hidp dan Setalah Matinya. 

Kedua orang tua, ibu-bapak kita adalah manusia yang paling berjasa dan utama bagi diri seseorang, Allah telah memerintahkan dalam berbagai tempat di dalam Al-Quran agar berbakti kepada kedua orang tua. Allah menyebutkannya berbarengan pertaauhidan-Nya dan memeri ntahkan para hambanya-Nya untuk melaksanakannya sebagaimana akan disebutkan berikut.  Hak kedua orangtua merupakan hak terbesar yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Baik ketika keduanya masih hidup maupun ketika sudah meninggal dunia. Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah saw. bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia.  
"Shalat tepat pada waktunya; berbuat baik kepada kedua orangtua; jihad di jalan Allah" (HR.Bukhari, Muslim) 
Betapa kedudukan kedua orangtua sangat agung dlam Islam,sampai-sampai Rasulullah saw. menempatkan sebagai salah satu amalan yang paling utama. Lalu sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua kita?
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan terbaik dariku? Rasulullah saw. menjawab : "Ibumu" Laki-laki itu bertanya kembali kemudian siapa? Beliau menjawab "Ibumu" orang itu bertanya lagi, kemudian siapa?  "Ibumu" dan kemudian siapa?  "Bapakmu" (HR. Bukhari & Muslim)
Suatu ketika Ibnu Umar r.a. bertanya kepada seseorang "Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga? Orang itu menjawab "Ya" Ibnu Umar berkata, "Berbaktilah kepada Ibumu". Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjahui dosa-dosa besar" (HR. Bukhari) 

1. Hak yang Wajib Dilaksanakan Ketika Orangtua Masih Hidup. 

a. Mentaati Mereka Selama Tidak Mendurhakai Allah 
Mentaati kedua orang tua hukumnya wajib atas setiap Muslim. Haram hukumnya mendurhakai keduanya. Tidak diperbolehkan sedikitpun mendurhakai keduanya. kecuali apabila mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah atau mendurhakai-Nya.
وَإِن جٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya..... (QS.Lukman :15)    

Tidak boleh mentaati makhluk untuk mendurhakai Allah, penciptanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut : 
"Tiada kewajiban untuk taat (kepada seseorang) yang memerintahkan untuk durhaka kepada Allah. Kewajiban taat hanya pada hal yang ma'ruf  (1)

b. Berbakti dan Merendahkan Diri di Hadapan Kedua Orang Tua
Allah berfirman : 
وَوَصَّيْنَا الْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ إِحْسٰنًا 
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya". (QS Al-Ahqaaf : 15)  
وَاعْبُدُوا۟ اللَّـهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak....(QS An-Nisa : 36) 
Dan di dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda : "Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudaian hal itu tidak dapat memasukannya ke dalam surga" (2)

Diantara bakti kepada kedua orang tua adalah :
  • Menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti kedua orang tua walaupun dengan isyarat atau ucapan "ah" .
  • Senatiasa membuat mereka ridha dengan melakukan apa yang mereka inginkan.
  • Tidak mengeraskan suara melebihi suara kedua orang tua atau di hadapan mereka berdua.
  • Tidak boleh berjalan di depan mereka, atau mendahului mereka, atau masuk dan keluar mendahului mereka, atau mendahului urusan mereka berdua.
c. Berbicara dengan Lembut di Hadapan Mereka.
                     Firman Allah ta'ala :
فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ..... 
 .....maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS Al-Isra' : 23)

d. Menyediakan Makanan Untuk Mereka.
Sepantasnya disediakan untuk mereka makanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua daripada dirinya, anaknya, dan istrinya. 

e. Meminta izin Kepada Mereka Sebelum Berjihad dan Pergi untuk Urusan Lainnya. 
Izin kepada orangtua tua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan. Seorang lelaki datang menghadap Rasulullah,saw. dan bertanya : "Ya Rasulullah, apakah aku boleh ikut berjihad? "Beliau balik bertanya" Apakah kamu masih mempunyai kedua orang tua? Laki-laki itu menjawab : "masih" Beliau bersabda : "Berjihatlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya. (3)
Seorang laki-laki berkata kepada Beliau : "Aku membai'at Anda untuk berhijrah dan berjihad semata-mata hanya mengharapkan pahala dari Allah swt." Beliau bersabda kepada laki-laki tersebut : "Apakah salah satu kedua orangtuamu masih hidup?" Laki-laki itu menjawab : Masih, bahkan keduanya masih hidup" Beliau kembali bersabda : "Apakah kamu ingin men dapatkan pahala dari Allah Ta'ala?  Laki-laki itu menjawab "Ya" Kemudian Nabi saw. bersabda : Kembalilah kamu kepada kedua orang tuamu dan berbaktilah kepada keduanya" (4)

f. Memberikan Harta kepada Orangtua Menurut Jumlah yang Mereka Inginkan.
Rasulullah saw. pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata : 'Ayahku ingin mengambil hartaku" Nabi saw. bersabda : "Kamu dan hartamu milik ayahmu"
Oleh sebab itu hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirimu, memeliharanya ketika kecil dan lemah, serta telah berbuat baik kepadanya.

g. Membuat Keduanya Ridha dengan Berbuat Baik Kepada orang-orang yang dicintai oleh Mereka.
Yakni dengan cara berbuat baik kepada para saudara, karib kerabat, teman-teman dan selain mereka. Muliakan mereka, menyambung tali silaturahim dengan mereka, menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka.

h. Memenuhi Sumpah Kedua Orang Tua.
Apabila kedua orang tua bersumpah kepada anaknya untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat, maka wajib bagi seorang anak memenuhi sumpah keduanya karena itu termasuk hak mereka.

i. Tidak Mencela Orangtua atau Tidak Menyebabkan Mereka Dicela Orang Lain.
Orang-orang sering bergurau dan bercanda dengan melakukan perbuatan yang tercela ini, sadar atau tidak mereka terjerumus kepada saling membangga-banggakan orang tuanya/keturunannya hingga akhirnya saling mencela orang tua mereka. Rasulullah saw. bersabda : "Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela orang tuanya. Para sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, apa ada orang yang mencela orang tuanya? Beliau menjawab : "Ada" Ia mencela ayah orang lain kemudian orang itu membalas mencela orang tuanya. Ia mencela ibu orang lain lalu orang itu membalas mencela ibunya. (5)

k. Mendahulukan Berbakti Kepada Ibu daripada Ayah.
Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah saw. : Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku? Beliau menjawab : "Ibumu" laki-laki itu bertanya lagi, Kemudian siapa lagi? Beliau kembali menjawab : "Ibumu" laki-laki itu kembali bertanya :  Kemudian siapa lagi? , Beliau menjawab : "Ibumu" Lalu siapa lagi ? Tanyanya. "Ayahmu" Jawab beliau. (6)
  
2. Kewajiban Anak Setelah Orang Tua Meninggal dunia.
a. Menshalati Keduanya.
Maksud menshalati di sini adalah mendoakan keduanya setelah meninggal dunia, karena ini termasuk bakti kepada mereka. Berdasarkan sabd Rasulullah saw. : Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal : Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak shaleh yang mendoakan dirinya. (7) 

b. Beristighfar untuk Mereka Berdua.
Orang tua adalah orang yang paling utama bagi seorang Muslim untuk dido'akan agar Allah mengampuni mereka karena kebaikan mereka yang besar. Allah Ta'ala menceritakan kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran. :                                                                                                                                           رَبَّنَا اغْفِرْ لِى وَلِوٰلِدَىَّ         
 "Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku ..... (Q.S. Ibrahim : 41)

c. Menunaikan Janji Kedua Orang Tua. 
Yakni menunaikan wasiat kedua orang tua dan melanjutkan secara berkesinambungan amalan-amalan kebaikan yang dahulu pernah dilakukan keduanya.

d. Memuliakan Teman Kedua Orang Tua   
Disebutkan dalam sebuah hadits, Ibnu Umar r.a. pernah berpapasan dengan seorang Arab badui di jalan menuju Makkah. Kemudian Ibnu Umar mengucapkan salam kepadanya dan mempersilakannya naik ke atas keledai yang ia tunggangi. Selanjutnya ia juga memberikan sorbannya yang ia pakai. Ibnu Dinar berkata : Semoga Allah memuliakanmu, merreka itu orang Arab badui dan mereka sudah terbiasa berjalan. "Ibnu Umar berkata : " Sungguh dulu ayahnya teman  'Umar bin Khattab dan aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya bakti anak yang terbaik ialah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya tersebut meninggal. (8). 

e. Menyambung Tali Silaturahim dengan Kerabat Ibu dan Ayah 
Yakni menyambung tali silaturahim dengan semua kerabat yang silsilah keturunannya bersambung dengan ayah dan ibu, seperti paman dari pihak ayah dan ibu, bibi dari pihak ayah dan ibu, kakek, nenek, dan anak-anak mereka semua. Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa ingin menyambung silaturahim ayahnya yang ada di kuburannya, maka sambunglah tali siturahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal." (9) 

Demikian uraian tentang Adab Berbakti Kepada Kedua Orang tua di Waktu Hidup dan Setelah Meninggal. Semoga bermanfaat.
Pembaca klik link ini Aneka

Sumber : 
Ensiklopedia Adab Islam Menurut Al-Quran dan Sunnah jilid I hal 205-214 Adul Azizi Penerbit Pustaka Imam Asy Syafi'i.

(1) HR. Bukhari (4340.7145 dan Muslim (1840) dari 'Ali r.a.
(2) HR. Muslim (2551) dari Abu Hurairah r.a
(3) HR. Bukhari (3004, 5972) dan Muslim (2549) dari Ibnu Amr.r.a.
(4) HR. Muslim (2549) dari Ibnu Amr r.a
(5) HR. Bukhari (5973) dan Muslim (90) dari Ibnu Amr. r.a.
(6) HR. Bukhari (5971) dan Muslim (2548) dari Abu Hurairah r.a
(7) HR. Muslim (1831) dari Abu Hurairah
(8) HR. Muslim (2552) dari Ibnu 'Umar r.a.
(9) HR. Ibnu Hibban (433) dari Ibnu 'Umar r.a. hadits ini tertera dalam kitab Shahihul Jaami' (5980).    

0 Response to "Adab Berbakti Kepada Kedua Orangtua di Waktu Hidup dan Setelah Meninggal."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel