KISAH ABUL ASH BIN RABI'

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 


Assalamu'alaikum wr.wb. Kajian Islam  (katagori Kisah) Pembaca budiman, jumpa kembali dengan Rasiyambumen, hari ini Jum'at, 21 Rojab 1437 dalam kajian Kisah Abul Ash Bin Rabi' yaitu Suami dari Zainab salah satu putri Rasulullah saw. yang ketika itu belum mau masuk Islam. Ikuti kisahnya secara lengkap di bawah ini :



Abul Ash bin Rabi'  Al-Absyami Al Quraisyi adalah seorang pemuda kaya, rupawan dan mempesona setiap orang yang memandangnya. Dia bergelimang dalam kenikmatan, dengan status sosial yang tinggi sebagai bagsawan, Ia mewarisi dari kaum Quraisy bakat dan keterampilannya berdagang pada dua musim , musim dingin, dan musin panas. Kendaraannya tidak pernah berhenti pergi dan pulang antara Makkah Syam. Kafilahnya mencapai 200 orang personil dan 100 ekor unta.  Masyarakat menyerahkan harta mreka kepadanya untuk diperdagangkan . 

Silsilah Dan Pernikahannya Dengan Putri Nabi saw.
Khadijah binti Khuwalid, Istri Rasulullah saw. adalah bibi Abul Ash, Khadijah mengaggapnya seperti anak kandung sendiri. Ia ditempatkan di rumahnya dengan penuh kasih sayang. Begitu juga kasih sayang Rasulullah tidak kurang dari sayangnya Khadijah. Setelah cukupusaia, Abul Ash menikah dengan Zainab, putri Rasulullah. Namun ketika beliau (Nabi) menerima wahyu dan diutus sebagai Rasul, Abul Ash engan beriman, Ia tetap setia dengan agama nenek moyangnya. Walau demikian, ia tetap mencintai istrinya, Zainab binti Muhammad saw.  Ketika pertentangan antara Rasulullah dan kaum kafir Quraisy semakin meningkat, mereka saling menyalahkan sesamanya. Mereka meminta Abul Ash menceraikan Zainab dan mengembalikannya kepada orang tuanya. Namun Abul Ash menolak, ia tetap mencintai istrinya dan tak mau menceraikannya. 

Menjadi Tawanan Perang Badar
Sementara itu, dua orang putri Rasulullah yang lain, Ruqayyah dan Ummu Kultsum telah dicerai oleh suami masing-masing. Rasulullah saw. gembira menerima kembali dua orang putrinya itu. Bahkan beliau berharap Abul Ash melakukan hal yang sama terhadap Zainab. Namun beliau tidak kuasa untuk memaksakan keininginannya. Apalagi waktu itu, hukum Islam belum mengharamkan perkawinan wanita mukminah dengan pria musyrik.  Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, kaum Quraisy memerangi beliau di Badar. Abul Ash terpaksa ikut berperang di pihak Quraisy, memerangi Rasulullah dan kaum Muslimin. Atas pertolongan Allah kaum Muslimin menang di perang Badar dan Abul Ash pun menjadi tawanan. Rasulullah mewajibkan setiap tawanan menebus diri mereka sendiri jika ingin bebas. Beliau menetpkan besar uang tebusan itu antara 1.000 - 4.000 dirham, sesuai dngan kedudukan dan kekayaan sang tawanan di kaumnya.

Tebusan Yang Membuat Nabi saw. Sedih.
Zainab juga mengirim utusan ke Madinah untuk menebus suaminya. 
Dalam uang tebusan yang ia kirim terdapat sebuah kalung pemberian ibunya, Khadijah binti Khuwalid. Melihat kalung itu, wajah Rasulullah berubah sedih. Beliau menoleh kepada para shahabat seraya berkata, "Harta ini dikirim dari Zainab untuk menebus suaminya, Abul Ash, JIka kalian setuju, kuharap beb askan tawanan itu tanpa uang tebusan. Uang dan harta Zainab dikirim kembali kepadanya." "Baik, ya Rasulullah." Jawab para sahabat. Rasulullah membebaskan Abul Ash dengan syarat segera mengantarkan Zainab kepada beliau. Maka ketika tiba di Makkah Abul Ash segera mempersiapkan diri untuk memenuhi janjinya kepada Rasulullah. Ia memerintahkan istrinya aga bersiapsiap melakukan perjalanan jauh ke Madinah. Para utusan Rasulullah menunggu tidak jauh di luar kota Makkah. Setelah berpisah dengan istrinya Abul Ash tetap tinggal di Makkah hingga menjelang pembebasan kota Makkah. Dia tetap berdagang ke Syam seperti biasa dilakukannya.

Meminta Perlindungan Zainab.
Pada suatu hari dalam perjalalan pulang ke Makkah, kafilahnya dicegat oleh pasukan patroli Rasulullah di tengah jalan dekat kota Madinah unta-unta dan barang muatan dirampas, para pengiring ditawan.Mujur bagi Abul Ash ia berhasil lolos dan melarikan diri. Menjelang malam ia memasuki kota Madinah dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati. Smpai di kota dia mendatangi rumah Zainab dan meminta perlindungan. Zainab pun melindunginya. Tak lama kemudian Rasullah menemui Zainab dan berkata : "Hormatilah Abul Ash, tetapi ketahuilah kamu tidak halal lagi baginya" Abul Ash dibebaskan oleh Rasullah, dan selurugh hartanya dikembalikan lagi. Ia pun berangkat ke Makkah, membawa kafilah dan barang dagangan kaum Quraisy. Sampai di Makkah ia melunasi semua kewajibannya kemudian berkata, "Wahai kaum Quraisy adakah orang yang belum menerima pembayaran dariku?  "Tidak, semoga Tuhan memberi balasan kepadamu dengan balasan yang lebih baik, "jawab mereka"

Akhirnya Masuk Islam 
Sekarang ketahuilah, "kata Abul Ash" Aku telah membayar hak kalian masing-masing. Mak kni dengarkan, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad sesungguhnya utusan Allah. Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk menyatakan ber Islam kepada Muhammad ketika berada di Madinah, kecuali kekhwatiranku seandainya kalian menyangka aku masuk Islam karena memakan harta kalian. Kini setelah Allah membayarnya kepada kalian semua dan tanggung jawabku telah selesai, aku menyatakan masuk Islam. "Abul Ash keluar dari Makkah dan menemui Rasulullah di Madinah. Beliau menyambut kedatangannya menyerahkan Zainab kembali padanya.   "Dia berjanji kepadaku, dan dia memenuhi janjinya" .

Demikian kisah Abul Ash Bin Rabi' yang sungguh sangat menyentuh di hati kita semua beliau rela meninggalkan Makkah dan hartanya demi menegakkan Islam di kota Madinah. Semoga menjadi suatu pelajaran bagi kita bahwa kebenaran itu pasti akan mendapat kejayaan. 

Pembaca budiman, baca pula materi yang satu ini : Kuthbah Jum'at

0 Response to "KISAH ABUL ASH BIN RABI'"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel