Jangan Tinggalkan Do'a Istighfar Setelah Shalat Fardhu.

Istighfar dan Doa Setelah Sholat

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (Kategori posting Do'a)

Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Judul diatas seolah mengingatkan kita agar tidak langsung bergegas keluar atau meninggalkan tempat duduk setelah shalat. Apa alasannya hingga kita tidak meninggalkan tempat duduk setelah shalat fardhu lima waktu itu?. Sebab ada contoh yang pernah Rasulullah SAW, lakukan ketika Beliau selesai shalat maka untuk itu kita sebagai umatnya juga mengikuti apa yang beliau lakukan. Inilah hadits yang terkait dengannya : 

"Apabila Rasulullah s.a.w. selesai dari shalatnya (Shalat Fardhu 5 waktu, pen.) Beliau beristighfar tiga kali dan mengucapkan : "ALLAHUMMA ANTAS SALAM WA MINKAS SALAAM, TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROM" (Ya Allah Engkau pemberi kesalamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan). 

Ada yang bertanya bagaimana caranya istighfar?. Caranya adalah membaca "ASTAGHFIRULLAH, ASTAGHFIRULLAH,  ASTAGHFIRULLAH, (Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah).  (HR. Muslim No. 591).  

Nah itulah dasar untuk tidak segera meninggalkan tempat duduk setelah kita selesai shalat fardhu lima waktu. Adapum hikmah dari Istighfar dan tentunya diiringi dengan dzikir-dzir yang lain tentu akan mendapatkan hikmah yang sangat luas, yang akan dikupas di abawah ini. 

Dalam kalangan masyarakat ada seorang anak setelah selesai shalat fardhu terbiasa membaca istighfar, karena didikan orang tuanya dari kecil.  Ada juga sebagian orang, baru terbiasa membaca isttighfar setelah sholat saat dirinya berada di asrama pesantren. Namun ada juga mereka yang baru mengenal istighfar dan baru membacanya setelah shalat, karena anjuran ustadz dari kajian mingguan.  

Semua contoh di atas itu, tak ada yang salah dengan kapan memulai mendawamkan diri atau meng-istiqamahkan membaca istighfar setelah shalat. Yang penting ada kesadaran bahwa diri ini terlampau banyak melakukan salah dan perlu untuk memperbanyak bacaan istighfar, terlebih setelah selesai melakukan shalat. 

Syeihk Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam kitab Majmu' Fatwa Rasail-nya menjelaskan sebagai berikut : 

"Adapun hikmah istighfar setelah shalat, bahwa seseorang tak lepas dari kesalahan shalatnya. Karenanya disyariatkan baginya untuk beristighfar tiga kali, lalu mengucapkan Allahuma antas salam waminkas salam tabarakta ya dzal jali wal ikram". Dan dilanjutkan dengan dzikir-dzikir yang bersumber dari Nabi". 

Isyarat tersebut di atas mengingatkan bahwa sejatinya kita tidak mampu menyempurnakan hak Allah dalam ibadah secara maksimal khusunya dalam shalat. Karena ketika kita mulai berdiri untuk shalat mulailah timbul was-was, teringat sesuatu, atau hal-hal lain yang mengalahkan kekhusuan dalam shalat kita. Yang demikian pasti tidak akan mampu melaksanakan hak Allah secara baik atau penuh. 

Rasulullah s.a.w selalu mengajarkan agar hambanya mengakui kelemahan dan kekurangan dirinya dalam menegakkan ibadah kepada Allah dengan sempurna. Karenanya maka disyariatkan beristighfar untuk menyempurnakan yang kurang-kurang tadi. 

Selain untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan, istighfar juga mengajarkan sifat tawadhu' (rendah hati) agar seseorang tidak terlalu berbangga diri dengan amalnya sehingga timbul rasa sombong. 

Selain dari pada itu kita sebagai manusia adalah tempat paling banyak dihinggapi perbuatan dosa dan maksiat. Diantarnya yaitu : mata, mulut, telinga, langkah kaki, dan perbuatan yang tidak pernah berhenti mengoleksi kesalahan-kesalahan terbarunya. Sebab perbuatan dosa dan maksiat itu seperti debu yang yang menempel pada tubuh dan tak ada seorangpun yang dapat menghindar dari debu tersebut. 

Sebagai umat Rasululullah tentu harus mencontoh Nabinya, sebab Nabi Muhammad s.a.w juga selalu beristighfar dalam seharinya tidak kurang dari 70 kali bahkan lebih. Dari Abu Hurairah. r.a. ia mendengar Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :  

"Demi Allah aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali". (HR. Bukhari no. 6307)

Oleh karena itu kita sebagai umatnya harus mengikuti apa yang Nabi s.a.w lakukan yaitu istighfar, bahkan lebih banyak jumlahnya daripada beliau, untuk membersihkan diri dan menyembuhkan dari penyakit qalbu yang ada dalam diri. Sebab istighfar adalah pembersih dan obat dari dosa dan maksiat yang telah diperbuat. Dalam kitab Ihya Ulumuddin disebutkan bahwa Imam Qatadah berkata : 

"Al-Quran menunjukkan kalian atas penyakit kalian dan obatnya". Adapun penyakit kalian adalah perbuatan dosa-dosa. Adapun obatnya adalah istighfar (memohon ampun kepada Allah)"  

Dengan berbagai penjelasan di atas, sekira dapat kita renungkan dan selanjutnya kita amalkan dengan istiqamah untuk selalu beristighfar terutama ketika kita selesai melakukan shalat fardhu lima waktu. Dan juga dapat diamalkan kapan saja, dimana saja sepanjang bukan tempat yang terlarang untuk mengangungkan asma Allah.

Demikian uraian singkat materi "Jangan Tinggalkan Do'a Istighfar Setelah Shalat Fardhu". Semoga bermanfaat dan kita amalkan dengan istiqamah serta diniatkan dengan tulus dan ikhlas. Aamiin.

0 Response to "Jangan Tinggalkan Do'a Istighfar Setelah Shalat Fardhu."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel