Kapankah Waktu Tidur Siang Yang Terbaik? (Qailulah)

Sep.22,2015-Citizen 6,( Ilustrasi ) salah satu sekolah China yang menerapkan aturan tidur siang terhadap para siswanya.  
Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)
Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Qailullah adalah istirahat, (tidur siang ataupun tidak disertai tidur)
Adakah perintah tidur siang dalam ajaran agama Islam dan kapankah waktu tidur siang yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w.?. Tidur siang dalam bahasa agama sering disebut Qailulah. Rasulullah s.a.w bersabda : "Qailulah-lah kalian, sesungguhnya setan itu tidak pernah istirahat siang" (HR. Abu Nu'main). 
Perintah ini dapat kita pahami bahwa tubuh manusia punya keterbatasan, baik secara fisik, psikis, maupun secara psikomotoris. Jadi tidur adalah cara untuk menyegarkan kembali. 

Adapun kapan waktu terbaik dan berapa durasinya, sahabat Rasulullah ; Sahal bin Saad pernah bercerita "Dahulu kami pada masa Nabi Muhammad SAW, melakukan Qailulah dan makan siang setelah shalat Jum'at" (HR. Muslim).
Ini dapat kita pahami bahwa waktu terbaik Qailullah adalah setelah shalat fardhu Dzuhur, sebab di dalam hadits tersebut Sahal bin Saad menceritakaan waktunya adalah sehabis shalat Jum'at. Maka secara umum dapat disimpulkan pada tengah hari (waktu setelah sholat Dzuhur). Untuk durasi Qailulahnya menurut penelitian oleh Dr.Trichopoulos tidur siang yang pendek idealnya antara 20-40 menit, ini dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan struk. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti Yunani. Qailulah tidak hanya diisi tidur saja atau tidur-tiduran tetapi juga diisi dengan istirahat dan makan siang. 

Di dalam Al-Qur'an Allah menyebutkan bahwa dari sekian banyak tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari. Fiirman Allah sebagai berikut :
"Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan". (QS, Ar-Rum/30 : 23). 
Dari firman Allah ini jelas bahwa tidur siang juga sangat diperlukan bagi manusia, dalam rangka memulihkan kembali dari kepenatan bekerja. Apabila kita dapat memanfaatkan dengan benar sesuai aturan yang dicontohkan Rasulullah SAW, Qailulah sangat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesegaran/kebugaran tubuh kita setelah setangah hari kita melakukan aktivitas. Disamping itu ketika kita mengamalkan sunnah Rasul, maka pahala-pun akan kita dapatkan. 

Menurut Tafsir Jalalain sesuai kehendak Allah, bahwa waktu malam dan siang dapat untuk istirat (tidur). Hanya batasannya, tidur siang dilakukan sebagai jeda dari aktivitas usaha. Maka dalam ayat di atas Allah menjelaskan dalam firman-Nya ; "dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Qailulah (terkait dengan tidur siang), bertujuan agar tubuh manusia dapat bugar kembali untuk aktivitas berikutnya. 

Sebab ketika kondisi lemah, akan membuat manusia tidak fokus dalam bekerja, tidak maksimal, dan kontraproduktif. Sementara itu setan tidak pernah tidur dan akan selalu mencari titik lemah seseorang. Oleh karena itu Qailulah disunnahkan agar seseorang tetap fokus bekerja dalam performa prima, sehingga setan tidak dapat memecah konsentrasinya. 

Secara teoritis, tubuh manusia ibarat mesin yang tak bisa dipaksa terus bekerja. Pada waktu tertentu mesin bisa panas karena kelebihan waktu pemakaian. Pada diri manusia juga demikian juga kelebihan bekerja menimbulkan lelah dan kantuk. Kantuk itu identik dengan panas. Untuk itu untuk menghilangkannya kantuk bisa dengan cuci muka atau Qailulah. 

Demikian uraian singkat "Kapankah Waktu Tidur Siang Yang Terbaik? (Qailulah)". Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW.  

0 Response to "Kapankah Waktu Tidur Siang Yang Terbaik? (Qailulah)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel