Surat Al-Fatihah Terbagi Kepada Dua Bagian Besar.

Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Terbagi Dua. 
Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)
Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah dan menyertai kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Surat Al-Fatihah terbagi kepada dua bagian besar, yaitu bagian untuk Allah Ta'ala dan bagian untuk manusia.  Al-Fatihah ini multi guna, multi fungsi, hal ini dapat diibaratkan kunci inggris, simpel dan praktis.  Kenapa dikatan multi guna, sebab surat Al-Fatihah ini, dapat disebut umm al-Qur'an, umm al-Kitab  (induk kitab al-Qur'an) atau pondasi al-Qur'an (azaas al-Qur'an) juga dikatakan alsab al-maatsaani (tujuh ayat yang dibaca berulang kali dalam setiap shalat). Surat yang menyangkut tujuan al-qur'an, tauhid, nubuah, hari akhir, dan ibadah,(Al-Adhim). Asyifa (obat), serta al-Shalaah (shalat/berdoa).

Dari dua bagian tersebut, satu bagian untuk Allah adalah ; ayat Ar-Rahmaan, Ar Rahim hingga Maaliki Yaumiddiin. Sedangkan bagian untuk hamba/manusia adalah ;  ayat Iyyaa kana' budu, waiyyaaka nastaiin, ini menjadi bagian/hak hamba (manusia) bagian yang diterima adalah apa saja yang dimohonkannya. Ayat ihdinash shiraatal mustaqiim, dan hingga terakhir surat al-fatihah, khusus bagian manusia terserah apa saja kebaikan dan kemanfaatan yang ia mohonkan kepada Allah ta'ala. Al-Fatihah dapat dikatakan multi guna dan multi fungsi, hal ini dinukilkan berdasarkan hadits qudsi dalam riwayat ; Muslim, Ahmad, Ashaab al-Sunan al-Arba'ah dari Abu Hurairah,r.a.

Untuk itu, maka ketika kita membaca Al-Fatihah dalam shalat sangat disunnahkan untuk membacanya ayat per-ayat, atau satu ayat satu ayat, tidak disambung/washal dari ayat yang satu ke ayat berikut. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah s.aw. ketika sedang shalat. Dan ini  yang dilakukan hingga Nabi s.a.w meninggal. Beliau tidak pernah membaca al-Fatihah yang disambung/diwashalkan ketika Beliau shalat. Walau  hanya sekali saja menyambung ayat yang satu ke ayat berikutnya.
Ternyata apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w. itu, memiliki makna yang sangat dalam kaitannya dengan surat Al-Fatihah tersebut, yang terbagi kepada dua bagian besar.

Perhatikan hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah, r.a. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Allah berfirman ; Aku membagi shalat antara diru-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Dan untuk hamba-Ku apa yang dia minta."
Jika hamba-Ku membaca ;  Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin :
Allah  berfirman "hamba-Ku memuji-Ku
Jika hamba-Ku membaca ; Arrahmaanirrahiim
Allah berfirman "hamba-Ku mengulangi pujian-Ku.
Jika hamba-Ku membaca ; Maaliki yaumiddiin
Allah berfirman "hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku
Jika hamba-Ku membaca ; Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin
Allah berfirman : Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta    Jika hamba-Ku membaca ; Ihdinas shiraatal mustaqiim sampai akhir surat...
Allah berfirman ; Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.
(HR. Ahmad 7291, Muslim 395).   

Keterangan Hadits diatas ;
Hadits ini menunjukkan bahwa al-fatihah adalah rukun shalat yang harus kita penuhi dalam mengerjakan shalat, karena Allah menyebutkan dengan kata shalat.
Al-fatihah disebut shalat, karena surat ini dibaca saat shalat. Dan seorang hamba yang membaca surat ini ketika shalat, dia hakekatnya sedang melakuan dialog dengan Rabbnya.
Allah membagi bacaan surat al-fatihah dalam shalat menjadi dua bagian, setengah untuk Allah dan setengah untuk hamba-Nya. Setengah untuk Allah di bagian awal, bentuknya adalah pujian Allah. Mulai dari ayat Alhamdulillahi rabbil 'alamiin, hingga Maaliki yaumiddin.
Sementara setengah  untuk hamba-Nya yaitu doa mohon petunjuk agar seperti orang yang telah mendapat nikmat.
Adapun ayat yang dibagi dua ialah ; ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nast'iin, setengah untuk hamba, setengah untuk Allah ta'ala.  Iyyaka na'budu, ini untuk Allah wa iyyaka nasta'iin adalah untuk hamba.

Itulah keterangan hadits di atas terkait dengan surat Al-Fatihah yang dibagi dua dalam shalat.
Yang terbaik adalah bagaimana kita mencoba untuk memahami dari makna surat atau ayat tersebut di atas dan mengamalkan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk tahadduts binni'mat (menyampaikan anugerah ni'mat kepada Allah SWT). Dengan mengetahui dan memahami makna Al-Fatihah dengan benar dan diamalkan dengan benar juga, mudah-mudah akan membawa berkah dalam kehidupan di dunia ini, dan mendapat rahmat-Nya di akhirat kelak.
Apa yang kami tulis dalam materi ini adalah kajian rutin tafsir Al-Qur'an yang di laksanakan setiap Minggu pagi di Masjid Matlaul Anwar, Karet Tengsing Jakarta Pusat, antara tahun 1990-an yang silam.
         
Demikian uraian tentang Surat Al-Fatihah Terbagi Dua Bagian Besar. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih khusu' dalam mendirikan shalat.                     

0 Response to "Surat Al-Fatihah Terbagi Kepada Dua Bagian Besar."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel