Jangan Selalu Mengeluh Dengan Pemberian Rizeki Dari Allah.

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)
Pembaca budiman, Bimbingan serta Ridha-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Jangan Selalu Mengeluh Dengan Pemberian Rizeki Dari Allah. 
Imam Abu Hayyan Al-Tauhidi (wafat 414 H). dalam kitabnya ; al-Imtaa wa al-Mu'aanasah, mencatat perkatan Nabi Isa AS. tentang pentingnya melihat pelajaran dalam mencari rezeki. Berikut dalah riwayatnya :
Isa alaihissalam, berkata : "Wahai anak cucu Adam ambilah pelajaran rezekimu dengan burung di langit (angkasa). Mereka tidak pernah menanam dan memanen. Tuhan langitlah yang memberikan mereka rezeki.  Apabila kau (anak cucu Adam) beralasan ; Mereka adalah burung yang memiliki sayap!. Maka ambilah pelajaran dari keledai dan sapi liar, (lihatlah) betapa gemuknya mereka, betapa banyaknya makan mereka, dan betapa gempalnya tubuh mereka". (Imam Abu Hayyan at-Tauhid  Kitab al-Imtaa wa al-Mu'aanasah, Beirut al-Maktabah al-Ashriyyah, 2011 M, hal. 246).

Dari perkataan Nabi Isa, alaihissalam memberikan makna yang sangat dalam dengan perumpaanya yang mengambil contoh beberapa hewan ciptaan Allah, "walaupun mereka tidak menanam dan tidak pula memanen, namun rezeki mereka selalu di dapat setiap saat yang didatangkan oleh Allah SWT yang Maha Kaya itu".
Manusia (anak cucu Adam) yang telah diberikan segala kelebihan dari Allah, berupa fisik yang sempurna dan dibekali akal yang sangat cerdas, maka Nabi Isa, Alaihissalam. mengingatkan agar jangan mengeluh terhadap rizeki yang tidak dapat kita prediksikan, karena Allah pasti akan memberikannya melalui jalan yang kadang kita tidak menyangkanya.

Tidak sedikit orang yang selalu mengeluh kekurangan rezeki dan nikmat. Sebagian ada yang menyikapi dengan bersedih, marah, bahkan yang terparah adalah dengan putus asa. Hal inilah yang membuat manusia selalu gelisah dalam hidupnya.
Rasa selalu kurang memang selalu diekspresikan dengan mengeluh, marah, sedih, bahkan berburuk sangka terhadap Allah SWT. Barang kali ini mungkin karena manusia lebih sering disalahkan dari- pada disayangi, atau mungkin karena lebih sering dikorbankan daripada diperjuangkan. Dan akhirnya ia mudah marah, menyalahkan, bersedih dan mengeluh ketika sesuatu tidak berjalan dengan keinginannya.
Perasaan yang seperti itu memang wajar terjadi bagi setiap manusia, sebab perasaan manusia lebih kuat ketika dalam posisi sebagai objek (penderita). Contoh, misalnya ; Ketika dihina amarah kita begitu kuat dan cepat bangkit serta langsung berprasangka buruk terhadap si penghina. Tetapi ketika kita yang menghina, kita menganggapnya biasa saja, bahkan tidak sering melupakannya begitu saja.
Berkait dengan contoh di atas, Nabi Isa Alahissalam mengarahkan/menyuruh kepada (anak cucu Adam) untuk mengambil pelajaran terutama soal rezeki. Beliau berkata (terjemah bebas) "Lihatlah burung yang terbang di kolong langit, ia dapat makan tanpa menanam dan memanen, karena Allah-lah yang memberi mereka makan".

Mengeluh itu wajar dan tidak haram. Sebab setiap manusia berhak mengadukan keluhannya kepada Allah, dan Allah memberikan hak berdoa kepada manusia. Jadi nasihat ; Isa Alaihissalam di atas, bukan soal boleh tidaknya mengeluh, tetepi lebih kepada bagaimana agar manusia dapat berkembang secara sepritual dan mental.
Artinya nasihat Isa Alaihissalam di atas, bertujuan mendidik jiwa manusia agar tidak rapuh dan mudah putus asa apalagi jika keputus-asaan itu dicarikan alasan logisnya.
Seperti berkataan (terjemah bebas) "Ya burung memiliki sayap sedangkan kami tidak". Lalu Nabi Isa Alaihissalam merubah "objek" atau contohnya "Keledai dan sapi liar, yang tetap gemuk, gempal dan banyak makannya tanpa bercocok tanam.
Dengan mengatakan itu, Nabi Isa Alaihissalam sedang mengajarkan kita bahwa ada pelajaran dalam segala sesuatu. Jika cara pandang kita baik, pikiran kita jernih dan iman kita kuat, pasti kita akan menemukan macam-macam pelajaran dari setiap peristiwa hidup ini.
Sayyidina Luqman al-Hakim pernah berkata :
"Sesungguhnya Emas ditempa dengan api, dan orang beriman ditempa (diuji) dengan kesusahan (musibah)" (Imam Abu Hayyan al-Tauhidi, Kitab al Imtaa wa al-Mu'aanasah 2011 hal. 242). Hal ini bahwa jiwa kita sebagai manusia harus terus berkembang. Oleh karena itu tanpa ditempa dan diuji, perkembangan kita sebagai manusia akan terhenti.

Manakala perkembangan kita terhenti, kita hanya mejalani hidup yang berulang saja. Misal hari ini tidak ubahnya hari kemaren dan hari esok juga tidak ubanhya hari ini.
Makna dalam penjelasan sederhananya demikian ; Dengan adanya musibah itu, berarti Allah sedang mendidik kesabaran kita agar bertambah, sehingga kita akan menjadi orang yang lebih sabar dari hari yang kemaren. Dan dengan tambahnya sabar maka datanglah limpahan anugerah dari Allah swt.
Allah sedang mendidik rasa syukur kita, sehingga  menjadi orang yang lebih banyak mensyukuri nikmat yang kemaren dan begitu seterusnya.
Perasaan selalu kekurangan rezeki inilah, yang sering memantik kekufuran/keingkaran, kemarahan juga keputus asaan manusia.  Padahal jika kita merenung lebih jauh, Allah selalu dan tidak pernah putus dalam memberikan riziki-Nya. Dari mulai udara yang kita hirup, tanah yang kita pijak, langit yang penuh dengan keindahannya, serta segala anggota badan kita yang dapat kita gunakan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan yang tidak pernah habis adalah rezeki yang melalui sinarnya matahari, dalam memberikan kehidupan seluruh makhluk ciptaan-Nya yang ada di bumi ini.

Itu semua adalah rizeki yang diberikan kepada kita, namun kadang kita sering lupa bahwa itu adalah rizeki Milik-Nya. Dan pada akhirnya kita harus selalu intropeksi diri berapa sering kita dapat mengambil pelajaran dari Alam ini. Wallu 'alanmBishawwab.

Demikian uraian singkat "janngan selalu mengeluh dengan pemberian Rizeki dari Allah. Semoga bermanfaat dan berdoa agar kita selalu mendapat bimbingan-Nya dan selalu bersyukur atas segala rezeki yang Allah berikan. Aamiin...

0 Response to "Jangan Selalu Mengeluh Dengan Pemberian Rizeki Dari Allah."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel