ASBABUN NUZUL SURAT AL-BAQARAH SERI KE-7 (Ayat 115 & 118)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Kajian Islam (katagori posting Asbabun Nuzul)

Pembaca budiman, semoga Allah Swt, selalu mencurahkan Rahmat serta Bimbingn-Nya kepada kita semua, dalam aktivitas didunia ini semata untuk beribadah kepada-Nya. Aamiin.....

 

Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam melanjutkan/mengupas kajian Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Seri ke-7.  
Pada materi sebelumnya di Asbabun Nuzul Al-Baqarah seri ke-6 telah dikisahkan tentang turunnya Al-Baqrah ayat 114, dan pada kajian kali ini asbabun nuzul al baqarah seri ke-7 akan dikupas (ayat 115 &118).



 Marilah kita ikuti penjelasan di bawah ini dengan khusu' dan seksama mudah-mudahan Allah Swt. memberikan kita pemahaman yang baik dan benar.
وَلِلَّـهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا۟ فَثَمَّ وَجْهُ اللَّـهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ وٰسِعٌ عَلِيمٌ :١١٥
"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap, disitulah wajah Allah, sesusungguhnya Allah Maha Luas Lagi Maha Mengetahui". (QS Al-Baqarah : 115)


Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Umar membacakan ayat ini (QS, 2 : 115) kemudian menjelaskan peristiwanya sebagai berikut : Ketika Rasulluah saw, dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah shalat sunnah di atas kendaraan menghadap seseuai denga arah tujuan kendaraannya.

Diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi Nasa'i yang bersumber dari Ibnu Umar.   
Dalam riwayat lain, dikemukakan bahwa turunnya faainama tuwall'u dst...sampai dengan akhir ayat (QS 2 : 115) membolehkan kita sholat sunnah di atas kendaraan menghadap sesuai dengan arah tujuan kendaraan.
Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Ibnu 'Umar. Hadits ini shaheh merurut syarat Muslim, terutama isnadnya. 
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. hijrah ke Madinah diperintah oleh Allah Swt, untuk menghadap ke Baitul Maqdis di waktu shalat. Maka gembiralah kaum Yahudi dan Rasulullah saw, melaksakannya perintah itu beberapa belas bulan lamanya, (para muffasirin mengatatakan 16 bulan). Tetapi dalam hati Rasulullah saw. tetap ingin menghadap kiblatnya Nabi Ibrahin a.s. yaitu Baitullah (Mekah) beliau selalu berdo'a kepada Allah sambil mukanya menghadap ke langit, menantikan turunnya wahyu. Maka turun ayat "qad narataqalluba wajhika fis-samaa'i sampai akhir (QS, 2 ayat 114). Kaum  yahudi menjadi bimbang karena turunnya ayat itu (QS, 2 :114) sehingga mereka berkata : Apa yang menyebabkan mereka membelok dari qiblat yang mereka hadapi selama ini? . Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (QS Al-Baqarah : 115) sebagai jawaban atas pertanyaan orang-orang yahudi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari "ali bin Abi Thalib yang bersumber dari Ibnu Abbas. Isnadnya kuat dan artinya pun membantu menguatkannya sehingga dapat dijadikan dasar turunnya ayat tersebut. 

Dalam riwayat lain dikemuakan bahwa suatu malam gelap gulita, dalam suatu perjalanan bersama Rasulullas saw. mereka (para perawi hadits) tidak mengetahui arah kiblat. Mereka shalat ke arah hasil 'ijtihad masing-masing. Keesokan harinya mereka kemukakan kepada Rasulullah swa. Maka turun wahyu ayat tersebut di atas ((QS , 2 : 115)


Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. mengutus suatu pasukan perang (termasuk diantaranya Jabir). Pada suatu waktu yang gelap gulita, merek tidak mengetahui arah kiblat. Berkatalah segolongan dari mereka : Kami tahu arah qiblat, yaitu arah ini (sambil menunjuk ke arah utara). Mereka shalat dan membuat garis sesuai dengan arah mereka shalat tadi. Segolongan lainnya berkata : Qiblat itu, ini (sambil menunjukkan ke arah selatan). Maka mereka shalat dan membuat garis sesuai dengan arah shalat. Garisan itu tidak menunjuk arah kiblat yang sebenarnya. Sesungguhnya ke Madinah lalu bertanyalah mereka  kepada Rasulullah saw. tentang hal itu.  Beliau terdiam. Maka turunlah ayat tersebut di atas (QS, 2 : 115) sebagai penjelasan atas peristiwa tersebut.
Diriwayatkan oleh ad-Darakhuthni dan Ibnu Marduwaih dari al-Arzami, dari Atha, yang bersumber dari Jabir.


Menurut riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. mengirimkan suatu pasukan perang. Mereka diliputi kabut yang sangat tebal, sehingga tidak mengetahui arah qiblat. Kemudian mereka shalat. Ternyata setelah terbit matahari, shalatnya tidak menghadap qiblat. Setibanya kepada Rasulullah saw. mereka menceritakan hal itu. Maka Allah Swt. menurunkan ayat tersebut di atas (QS, 2 : 115) yang membenarkan  ijtihad mereka.
Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang menerima dari al-Kalbbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas. 

       وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّـهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌ ۗ كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْءَايٰتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ : ١١٨

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata : "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami"? Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin. (QS, 2 : 118) 

Bacaan kegiatan muamalahCONTOH PIDATO/SAMBUTAN PENYERAHAN CALON PENGANTIN PRIA

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (QS 2, : 118) sehubungan dengan Rafi' bin Khuzaimah. Ketika itu ia berkata kepada Rasulullah saw. : "Jika tuan seorang Rasulullah sebagaimana tuan katakan, mintalah kepada Allah agar ia berbicara (langsung) kepada kami sehingga kami mendengar perkataan-Nya.  
Ayat ini (QS, 2 : 118) turun sebagai penjelasan bahwa kalaupun Allah mengabulkan permintaan mereka, mereka akan tetap kufur. 
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Sa'id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.

Demikian sekelumit uraian Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah seri ke-7 dan untuk seri berikut tunggu beberapa waktu mendatang. Semoga dapat menambah wawasan kita khususnya dalam mempelajari al-Quran secara terjemah, dan pengertian yang didasarkan asbabun nuzul.  



Sumber :
Asbabun Nuzul :  Latar Belakang Historis Turunnya ayat-ayat Al-Quran.
KH. Qamaruddin Saleh, HAA. Dahlan, Prof. Dr. M.D. Dahlan.  
Penerbit : CV Diponegoro. Bandung.
Jl. Moh. Toha 44-46. Jawa Barat.   

0 Response to "ASBABUN NUZUL SURAT AL-BAQARAH SERI KE-7 (Ayat 115 & 118)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel