Adab Berobat Yang Sesuai Tuntunan Sunnah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Assalamu'alaikum wr.wb. Kajian Islam (katagori posting Mu'amalah)
Pembaca budiman, semoga sehat selalu dan mendapat bimbingan dari Allah swt. dalam segala aktivitas kita. aamiin...
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, menyampaikan materi : Adab Berobat Yang Sesuai Sunnah.   

Islam dan Kesehatan. Pengertian Sehat dan Sakit dapat diartikan sesuatu yang statis, menetap pada kondisi tertentu, tetapi keduanya harus dipandang sesutu fenomena yang dinamis.  
Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. (WHO 1947). 
Sakit adalah sebagai suatu keadaan yang tidak tidak menyenagkan yang menimpa seseorang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari b aik itu dalam aktivitas jasmani, rohani dan sosial. Islam memberi perhatian yang sangat serius terhadap kesehatan. Orang yang sehat dan kuat lebih utama daripada orang lemah dan sakit.  Kesehatan merupakan sarana yang paling utama bagi manusia dalam melaksanakan tugas kemabaan dan kekhalifahannya di bumi.
Berobat itu disuruh oleh agama. Tidak hanya satu atau dua hadits saja yang menganjurkannya.  

1. Hadits Anjuran Berobat Jika Sakit. 
  1. Diriwayatkan dari Usamah bin Syurek oleh Ahmad dan Ash-Habus Sunan serta dipandang sah oleh Turmidzi, katanya : "Saya datang menemui Nabi saw. dan sahabat-sahabatnya, saya dapati seolah-olah di atas kepala mereka ada burung bertengger disebabkan hormat dan takzim mereka kepada Nabi saw. sayapun memberi salam, lalu duduk. Kemudian berdatanganlah orang-orang Badui dari sana-sini, tanya mereka : "Ya Rasulullah, apakah kamio boleh berobat ?" Jawab Nabi saw. : "Berobatlah kamu, karena Allah swt. tidak menaruh sesuatu penyakit, melainkan menyediakan obatnya, kecuali suatu penyakit, yaitu penyakit tua"  
  2. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud  r.a. oleh Nasa'i dan Ibnu Majah, juga oleh Hakim yang menyatakan sahnya, bahwa Nabi saw. bersabda : "Sesungguhn ya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Dari berobatlah kamu!" 
  3. Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda : "Setiap penyakit ada obatnya, maka jika kamu sakit telah diobati, ia kan sembuh dengan izin Allah."
2. Hukum Berobat Dengan Barang Yang Haram. 
Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat, bahwa pengobatan dengan tuak dan barang-barang terlarang lainnya hukumnya HARAM !!. Mereka mengambil alasan kepada hadits-hadits berikut :
  1. Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, Turmudzi dari Wa'il bin Hajar al-Hadrami, bahwa Tharik bin Suwaid menanyakan kepada Nabi saw. tentang tuak yang dijadikannya obat. Maka sabda Nabi saw. "Itu bukannya obat, tetapi penyakit"  
  2. Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ummu Salamah dan dinyatakan sah oleh Ibnu Hibban bahwa Nabi saw. bersabda : "Sesungguhnya Allah tiada menjadikan obat dari barang yang diharamkan atasmu" (hadits ini juga disebutkan oleh Bukhari dan Ibnu Masud).
  3. Diriwayatkan dari Abu Daud dari Abu Darda' bahwa Nabi saw. bersabda : "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, serta menjadikan bagi setiap penyakit itu obatnya. Dari itu berobatlah kamu, tetapi jangan berobat dengan yang haram". (Di dalam sanadnya terdapat Ismail bin 'Abbasy seorang yang dapat dipercvaya oleh orang-orang Syam).
  4. Diriwayatkan pula oleh Ahmad, Muslim, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a katanya : "Rasulullah saw. telah melarang mekakai obat yang keji, yakni racun". 
3. Berobat Kepada Dokter Non Muslim 
Dalam kitab "Al-Adabusy Syar'iyah" disebutkan perkataan Syeh Taqiyyudin : "Jika seseorang Yahudi atau Nasrani ahli ilmu ketabiban dan dapat dipercaya, boleh ia diangkat sebagai dokter, sebagaimana ia boleh dititipi harta atau dihubungi dalam soal perdagangan. "Dalam kitab Shaheh tersebut bahwa Nabi saw. tatkala hijrah mengupah seorang penunjuk jalan yang berpengalaman, dan diberinya amanat mengenai nyawa dan hartanya. Begitupun orang-orang suku Khuaa'ah digunakan oleh Rasulullah saw. sebagai mata-mata, baik yang Islam maupun yang kafirnya, juga pernah diriwayatkan bahwa Nabi saw. menyuruh berobat kepada Harits bin Kaidah, sedang ia seorang kafir. Hanya jika masih dapat berobat kepada dokter seorang Islam, maka tak boleh kepada yang lainnya.  Sebagaimana halnya bila dapat menitip pada atau berhubungan dengan dagang dengannya. Tetapi jika ia terpaksa untuk memberi amanat atau berobat kepada seorang kafir kitabi, maka boleh saja, tak ada larangan terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani, bahkan kalau dapat berdialog dengan mereka dengan cara yang lebih baik, maka itu suatu hal yang terpuji.

4. Berobat Kepada Dokter Lawan Jenis  
Laki-laki boleh mengobati wanita, dan wanita boleh pula mengobati laki-laki dalam keadaan darurat.
  1. Diriwayatkan dari Rubayyi binti Mu'awwidz bin 'Afra, katanya : "kami ikut berperang bersama Rasulullah saw. dan bertugas melayani dan memberi minum tentara dan mengantarkan jenazah orang-orang luka ke Madinah"
  2. Berkata Al-Hafizh alam Al-Falah : "Diperbolehkan mengobati orang-orang lain jenis, di waktu darurat, dan hal-hal mengenai soal melihat, meraba dengan tangan dan lain-lain, hendklah dilakukan sekedar perlunya.
  3. Berkata pula Ibnu Muflih dan Al-Adabusy Syar'iyyah : "Jika seorang wanita sakit tak ada dokter yang akan mengobatinya kecuali dokter laki-laki, bolehlah dokter itu melihat anggota tubuh si sakit yang perlu dilihatnya, bahkan kemaluan sekalipun. Demikian pula dokter wanita terhadap pasien laki-laki." 
5. Pengobatan Dengan Mantra (Ruqyah) Dan Do'a-Do'a 
Disayari'atkan pengobatan dengan mantera dan doa-doa jika mengandung dzikir kepada Allah dan diucapkan dengan bahasa Arab yang dapat mengerti. Karena kata-kata yang tidak dapat dimengerti, tidak dijamin akan bebas dari unsur-unsur kemusyrikan.
Diterima dari 'Auf bin Malik, katanya :
"Di masa Jahilliyah, kami melakukan pengobatan dengan mantra-mantra, lalu kami tanyakan : "Ya Rasulullah, bagaimana pendapat Anda dalam hal ini ? Ujar Nabi saw : "Coba bawa kepadaku mantra tuan-tuan itu. Tidak apa mantra jika tidak mengandung kemusyrikan." (diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud). Menurut Syafi'i, mengenai mantra, ujarnya : "Tidak apa membaca mantera yang terambil dari Kitabullah, atau dzikir-dzikir yang Anda ketahui."  

6. Beberapa Do'a Dari Nabi saw. Mengenai Pengobatan. 
  • Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah r.anha : "Bahwa Nabi saw. biasa mohon perlindungan bagi sebagian  keluarganya. Disapunya dengan tangan kanannya, lalu katanya : "Ya Allah Tuhan Manusia! Lenyapkanlah penderitaan dan sembuhkanlah, karena Engaklah yang dapat menyembuhkan. Tidak ada penyembuhan kecuali penyembuhan-Mu, yakni penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi".
  • Diriwayatkan oleh Muslim dan Utsman bin Abil 'Ash bahwa ia mengadukan rasa sakit yang dideritanya di tubuhnya kepada Rasulullah saw. Maka sabda Rasulullah saw. Taruhlah tanganmu di atas bagian tubuh yang terasa sakit itu, dan ucapkanlah : Bismillah lalu sebutkanlah tujuh kali : "Aku berlindung dengan kemuliaan dan kebesaran Allah dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini !" Kata Utsman selanjutnya : "Kulakukan demikian itu beberapa kali, maka Allah pun melenyapkan penyakitku itu, selalu kusuruh melakukan dan membaca doa itu kepada keluargaku dan juga kepada orang-orang lain.
  • Diterima dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw. berpesan : "Barang siapa menengok orang sakit yang belum belum lagi akan samapai ajalny, lalu diucapkannya di hadapannya doa ini sebanyaknya tujuh kali : "Aku memohon kepada Allah yang Mahabesar, Tuhan dari 'arasy, untuk menyembuhkanmu" maka Allah akan menyembuhkan si sakit dari penyakitnya itu." (Diriwayatkan oleh Abu Daud, juga oleh Turmidzi yang menyatakan sebagai hadits hasan, sedang menurut Hakim, hadits ini sah menurut syarat Bukhari)
  • Muslim meriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqqash bahwa Rasulullah saw. menjenguknya ketika ia sakit, dan berdoa : "Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad, Ya Allah sembuhkanlah Sa'ad,  Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad !"
Demikian Uraian Adab Berobat Yang Sesuai Tuntunan Sunnah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan dalam pengamalan agama secara menyeluruh. 
Pembaca klik link ini : Asbabun Nuzul 

Sumber
Fiqih Sunnah 4, Sayyid Saabiq telah diedit untuk keselarasan. 
 

0 Response to "Adab Berobat Yang Sesuai Tuntunan Sunnah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel