TIGA NASEHAT UNTUK MENJALANI HIDUP (Kultum Ramadhan)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Assalamu'alaikum wr.wb.  Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan).
Pembaca setia, bertemu kembali semoga sukses dan selalu dirahmati Allah SWT.  aamiin...
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam kembali berbagi dengan Anda untuk memposting artikel kultum Ramadhan dengan judul : Tiga Nasehat Untuk Menjalani Hidup.
Raasulullah saw. pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sahabatnya , Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal  
"Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji. ("HR. Turmidzi")
 
1. Bertaqwa Dimana Saja  
Kalau kita tinjau definisi dari kata taqwa dapat dibaca dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka'ab r.a. Suatu ketika sahabat Umar r.a bertanya kepada Ubay bin Ka'ab r.a apakah taqwa itu? Dia menjawab, "pernahkah kamu melalui jalan berduri?"
Umar menjawab: "Pernah" Ubay menyambung, "Lalu apa yang kamu lakukan?"
Umar menjawab : "Aku berhati-hati waspada dan penuh keseriusan"  
Maka Ubay berkata : "Maka demikian pulalah taqwa" 

Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya Fi-Zilal Al Quran,  taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau rintangan dalam kehidaupan.

Dimana saja dan kapan saja maka nasehat Nabi saw. ini menunjukkan kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja, terdapat dalam Al Quran surat : Ali Imran 102.
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebanar-benarnya taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam".

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus selalu menjaga ketaqwaan kita. Takwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan tetapi bagaimanapun juga kita harus berusaha dengan extra keras.
Akan tetapi kadang sangat mudah diraih ketaqwaan itu ketika kita sedang bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiat mudah dilakukan. Contoh, ketika kita sedang berkumpul di majelis dzikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan dengan sendirian disuatu tempat perbelanjaan misalnya, pikiran dan pandangan kita mudah tergoda. Untuk menjaga ketaqwaan kita di mana saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikatNya.

2. Kebaikan Yang Menghapuskan Kesalahan.  
Setiap orang pasti tidak luput dari kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari atau pun yang tidak kita sadari. Oleh karena itu, segera setelah melakukan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah saw. bersabda : "bersedekah itu akan menghapuskan kesalahan sebagaimana air memedamkan api"   Maka ada orang yang ketika dia sakit, dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita derita itu adalah kesalahan yang kita pernah lakukan.

Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang harus dilakukan adalah memohon maaf dan ini bagi sebahagian besar sangat berat/sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah saw. selalu minta maaf ketika bersalah, bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata "inilah orangnya, yang membuat aku ditegur Allah. ("QS Abasa") Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahannya insya Allah akan dihapuskan.

3. Akhlaq Yang Terpuji  
Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq terpuji akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya" ( HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)  

Dari Abu Syraih r.a bahwa Nabi saw. bersabda : "Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, lalu ada yang bertanya " Siapaka Ya Rasulullah? Jawab Nabi saw. Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya" (HR. Bukhari).

Dari hadits terbut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang baik, aman dari ganguannya. Maka yang paling utama adalah isrtospeksi atau koreksi diri, dan bukan meyalahkan tetangganya, adalah jalan terbaik untuk meminta maaf apabila memang kita telah berbuat kesalahan.    

Maka dalam kesempatan bulan yang penuh ampunan, dan penuh kasih sayang, juga bulan yang suci, bulan Ramadhan, mari kita perbaiki Akhlaq kita masing-masing agar kita dapat digolongkan orang-orang yang beriman dengan  sebenar-benarnya beriman. aamiin...

Pembaca budiman klik link ini : AQIDAH  akan menambah wawasan dalam tauhid kita. 

0 Response to "TIGA NASEHAT UNTUK MENJALANI HIDUP (Kultum Ramadhan)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel