HAKEKAT KEHIDUPAN (Kultum Ramadhan) ke-19


 

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu' alaikum wr.wb.  Kajian Islam, (katagori posting Khultum Rahadhan). 
Jumpa kembali pembaca budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. dan sukses dalam segala urusan. Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, masih menyajikan uraian kultum dengan  judul : Hakekat Kehidupan.

Firman Allah SWT. :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 
"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS Adz- Dzariat : 56)   

Rasulullah saw. terjaga dari tidurnya ketika diberitahu ada Abdurrahman bin 'Auf datang bertamu. Rupanya beliau Rasulullah saw sempat terlelap sejenak, saat istirahat menjelang ashar itu.  

Di pipi Rasulullah saw. masih jelas terlihat gurat-gurat kasarnya tikar anyaman pelepah kurma tempat merebahkan diri di tengah panasnya gurun. Melihat wajah Rasulullah swa. seperti itu, Abdurrahman bin 'Auf menawarkan kepada Nabi saw.  "Apakah aku bawakan hambal (permadani tebal) untukmu ya Rasulullah? "ujar Abdurrahman.

"Tidak usah ya Abdurrahman. Bagiku di dunia ini hanyalah bagaikan seorang musyafir yang tengah istirahat sejenak di bawah kerindangan pohon, lalu ia akan melanjutkan perjalanannya kembali" Jawab Nabi saw.

Sepuluh malam terakhir ramadhan sambil menanti datangnya "Lailatul Qadr" adalah saat yang tepat untuk muhashabah diri (menghitung-hitung diri) instropeksi, menakar-nakar, atau istilah anak muda sekarang "ngaca diri dong".

Siapa diri kita sesungguhnya? dari mana asal kita, sedang apa kita di dunia, lalu akan kemana kita menuju, apakah kita ini pencipta atau justru hasil ciptaan alias makhluk/hamba. Apakah kita kaya atau fakir dihadapan Allah SWT. Kita tahu segala hal dan berilmu atau sebaliknya 'Jahil" , Apakah kita kuat atau sebenarnya hanyalah makhluk yang lemah.

Dulu wujud dari kita tidak ada apa-apanya sama sekali lalu menjadi ada. Dimulai dari ruh yang Allah swt. tiupkan ke dalam rahim ibunda. Sehingga janin dalam kandungan itu mulai bergerak dan disempurnakan proses kejadiannya. Lalu setelah kurang lebih 9 bulan 10 hari lahirlah kita ke dunia.

Dibesarkan oleh ibunda dengan penuh kasih sayang diberi nafkah oleh ayah, lalu menjadi dewasa, tua dan kemudian akan diwafatkan. Dan hal ini pasti akan terjadi atas setiap diri yang bernyawa.

Ternyata kita adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang diciptakan semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya, Melaksanakan kehendak-kehendakNya di muka bumi ini, yaitu tugas sebagai khalifah. 

Sudah selayaknya pula, bahwa perbuatan dan amal-amal kita, tidak menyimpang dari petunjuk dan bimbingan Al Quran dan sunnah, yang memang diturunkan Allah sebagai petunjuk kehidupan.

Akan ada evaluasi total di akhir nanti. akan ada "reward end punishment"  atas setiap perbuatan, besar kecil, baik buruk, halal haram, boleh atau tidak boleh. 

Dari keterangan Nabi saw. melalui haditsnya, ternyata puncak kebahagiaan itu nanti adalah, ketika masuk surga lalu berjumpa dengan Allah swt. dan bercakap-cakap denganNya. Disinilah terminal akhir kehidupan manusia.

"Maka barang siapa yang berharap akan berjumpa dengan Allah swt. hendaklah ia beramal sholeh dan tidak mempersekutukan Allah swt. saat beribadah dengan susatu apapun." (QS Al-Kahfi : 110) 

Ya Allah sungguh Enkau benar, firman-firman Engkau benar, janji Engkau benar, dan perjumpaan denganMu adalah benar. Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Semoga saja kita beserta istri, anak cucu kita, dan seluruh saudara kita muslimin/muslimat akan mendapatkan kasih sayang Allah sehingga dapat berkumpul di surgaNYa kelak. aamiin... 

Pembabca budiman silakan klik link ini : Al Quran untuk menambah pengetahuan.

0 Response to "HAKEKAT KEHIDUPAN (Kultum Ramadhan) ke-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel