Ada 3 Amalan Untuk Meraih Manisnya Iman.

Rasiyambumen.com Kajian Khazanah Islam (kategori posting Aqidah)

Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

Iman ada tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan lainnya.  

Iman adalah keyakinan yang diteguhkan dalam hati, diikrarkan dalam lisan, dan diamalkan dalam tindakan. Rasulullah bersabda bahwa iman itu memiliki lebih dari 70 cabang. Inilah sabda Nabi SWA:  
Dari Abu Hurairah, radiyallahu anhu ia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan "Laa ilaaha illallah" , sedangkan yang paling rendahnya adalah menyigkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu juga adalah cabang keimanan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk merinci dari ketujuh puluh cabang iman dalam hadits di atas, penulis akan menerangkan pada kesempatan lain dalam artikel tersendiri khusus mengurai dari ketujuh puluh jabang tersebut. 

Artikel hari ini penulis akan menerangkan tiga amalan apakah yang bisa dirasakan oleh seorang Muslim, dari rasa manisnya Iman.  
Ketahuilah bahwa ketika seorang hamba menguatkan iman dengan ketaatan kepada Allah SWT, maka iman kita akan meningkat. Sebaliknya jika seorang hamba melemahkan iman dengan cenderung mengabaikan perintah-Nya, maka akan mudah terjerumus dalam kemaksiatan.  

Menjadi fitrah, bahwa intensitas keimanan tidaklah stabil. Ada kalanya naik. Dan tidak jarang juga melandai. Oleh karena itu penting sekali untuk selalu berupaya menjaga kualitas dan kuantitas amalan. Maka minimal amalkan tiga macam amalan yang isya Allah, akan membuat seseorang dapat merasakan lezatnya iman, berikut ini adalah amalannya: 

1. Cinta Yang Utama. 
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, pernah mengungkapkan : "Ada tiga perkara yang apabila ada dalam diri seseorang, niscaya ia kan merasakan manisnya iman". Pertama ialah menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada yang lainnya. Hal ini selaras firman Allah dalam Al-Qur'an sebagai berikut : 
"Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai, lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik". (QS, At-Taubah/9 : 24).   
Maka dalam hidup ini seorang Muslim hendaknya menyadari adanya cinta utama, yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya (Muhammad SAW). Inilah yang dinamakan : "CINTA YANG UTAMA"

2. Alasan Mencintai.
"Hakekat cinta adalah merupakan gerak jiwa dari sang pencipta untuk menuju yang dicintainya". Hal ini disampaikan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Dalam pandangan seorang Sufi abad ke-10 ar-Rudzbari  : Cinta berarti menanggalkan egoisme pribadi. Katanya :"Selama belum keluar sepenuhnya dari dirimu, engkau belum masuk batas cinta".    

Jika cinta dihubungkan dengan keterangan Nabi SAW, maka diperoleh kesimpulan bahwa Allah-lah tujuan cinta yang paling luhur. Oleh karena itu, lezatnya iman akan dapat dirasakan oleh orang yang mencntai hanya karena-Nya. Dalam rumusan Rasulullah SAW : "Mencintai seseorang, dan ia (seorang Muslim), tidaklah ia mencintai kecuali karena Allah".  Jadi alasan mencintai hanya berlandaskan karena Allah SWT. 

3. Alasan Membeci. 
Ada cinta, tentu ada pula kebencian. Perasan itu dapat timbul dari dalam diri manusia. Perlu diketahui, Islam mengajarkan bahwa rasa benci tidak otomatis salah, asalkan diarahkan secara tepat. Misalnya benci terhadap bermaksiat.
Dijelaskan dalam hadits Imam Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan, salah satu perkara yang memungkinkan seseorang merasakan manisnya iman, ialah benci tidak ber-Islam. (jangan sampai tidak beragama Islam), "Benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana (seorang Muslim) enggan dilemparkan ke api neraka".   Benci dengan alasan itulah benci yang sebenarnya .
Pada akhirnya seorang Mukmin akan benar-benar bersyukur bahwa dirinya telah meyakini Islam secara kokoh dari lubuk hati yang paling dalam. 
Dengan ketiga macam alasan di atas, insya Allah kita akan dapat menemukan betapa manisnya Iman tersebut. Wallahu'alam.

Demikian uraian singkat materi "Ada 3 Amalan Untuk  Meraih Manisnya Iman". Semoga bermanfaat, dan dapat kita amalkan sesuai kemampuan yang kita miliki dengan berusaha sekuat niat yang tulus. Aamiin.

0 Response to "Ada 3 Amalan Untuk Meraih Manisnya Iman."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel