Keutamaan Bulan Syawwal

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Assalamu'alaikum wr.wb. Kajian Islam (katagori posting Muamalah)
Minal Aidzin wal Faidzin mohon ma'af lahir batin, pembaca budiman, hari ini adalah hari istimewa 1 Syawwal 1437 H. Semoga kita semua telah dikembalikan kepada Fitrah/Fitri. aamiin...   

Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, memposting materi dengan judul Keutamaan Bulan Syawwal.  

Memang bulan Ramadhan adalah bulan yang sarat dengan segala hal kebaikan dari sepuluh hari pertama, kedua puluh hari, dan sepuluh terakhir bulan itu penuh dengan kemuliaan bagaikan hujan yang turun dengan lebat membasahi bumi sehingga menjadi subur dan penuh dengan kemanfaatan bagi seluruh makhlukNYa. Teruma manusia-manusia yang dapat mengamalkan perintah Allah dalam Al Quran khususnya Surat Al Baqarah ayat 183 dan apabila itu dipenuhi maka akhir dari bulan Ramadhan itu kita akan mendapatkan kemuliaan dengan predikat Muttaqin (Taqwa).

Mari kita beranjak kepada bulan Syawwal yang tentu apabila kita menyambutnya dengan ucapan Marhaban Ya, Syawwal juga masih relevan dikarenakan bulan ini juga memiliki banyak keutamaanya. 
Inilah beberapa keutamaan bulan Syawwal : 

1. Bulan Kembali Fitrah   
Syawal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Paling tidak tanggal 1 Syawwal umat Islam "sudah diperbolehkan makan pagi" dan diharamkan berpuasa pada tanggal 1 syawwal. 
Bulan Syawwal membawa kemenangan bagi mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam hasil dari "peperangan" menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu.

2. Bulan Takbir  
Tanggal 1 Syawwal, Idul Fitri, seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia mengumandangkan tabir. Maka, bulan Syawwal pun merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh umat Islam secara serentak, paling tidak satu malam, yakni begitu malam memasuki tanggal 1 Syawwal atau malam takbiran, hingga menjelang Shalat Idul Fitri.
Kumandang takbir merupakan ungkapan syukur atas keberhasilan ibadah Ramadhan selama sebulan punuh. Kemenangan yang kita raih adalah juga berada pada bulan Syawwal dan tentunya ini dapat kita capai hanya dengan pertolongan-Nya. Maka umat Islampun memperbanyak tasbih, takbir, tahmid serta dzikir. "Dan agar kamu mengagungkan Allah atas apa-apa yang telah Ia memberi petunjuk kepada kamu, dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan"  (QS Al-Baqarah : 185)   

3. Bulan Silaturrahim 
Kalau kita bandingkan dengan bulan lainnya, maka pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan amaliyah silaturrahim, mulai yang mudik ke kampung halaman untuk menemui orang tua, handai tolan, tetangga, dan kerabat yang sudah barang kali satu tahun tidak berjumpa, untuk saling berma'afan. Ada juga dalam bulan Syawwal ini kegiatan SMS dan telepon lebih meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Ini semua didasarkan hati nurani yang merasa selalu ingin menjadi tentram dan damai karena silaturrahim merunkan rahmat dan ampunan dari Allah swt. 

4. Bulan Penuh Ceria
Bulan Syawwal adalah bulan penuh ceria. Khususnya di Indonesia bahkan identik dengan hal yang serba baru, baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga juga baru, dll. Orang-orang bersuka cita bersalaman, berpelukan, bertangis bahagia, mengucap syukur yang agung, meminta ma'af dan mema'afkan satu sama lainnya.

5. Nilai Puasa 1 Tahun     
Amaliyah yang ditentukan oleh Rasulullah saw. pada bulan Syawwal puasa sunnah 6 (enam) hari, sebagai kelanjutan puasa Ramadhan.
"Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari bulan Syawwal, ia seperti telah berpuasa setahun penuh" (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tarmidzi)
Allah telah melipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. "Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari pada bulan Syawwal adalah yang menggenapkannya satu tahun" (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam shoheh At-Tardhib.)

6. Bulan Nikah. 
Bulan Syawwal adalah bulan yang baik untuk menikah. Hal ini sekaligus mendobrak khurafat, yakni pemikiran dan tradisi  jahiliyyah yang tidak mau menikahkan anaknya pada bulan Syawwal karena takut terjadi malapetaka.
Budaya Jahiliyyah itu muncul dikarenakan pada satu tahun, tepatnya bulan Syawwal Allah swt. menurunkan wabah penyakit sehingga banyak orang mati termasuk beberapa pasangan pengantin. Dan ini hanya sangkaan jahillah saja yang menganggapnya bulan Syawal adalah bulan sial. Ini benar-benar hanya prasangka kaum jahiliyah semata. Maka sejak itu kaum Jahiliyyah tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Syawwal.
Khurafat itu didobrak oleh Islam. Rasulullah saw. menunjukkan sendiri bahwa bulan Syawwal baik untuk menikah. Siti 'Aisyah menegaskan : "Rasulullah saw. menikahi saya pada bulan Syawwal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawwal, maka siapakah dari istri beliau yang lebih beruntung daripada saya?" Selain dengan Siti 'Aisyah Rasulullah saw. juga menikahi Ummu Salamah juga pada bulan Syawwal.
Menurut Imam An-Nawawi, hadits tersebut bersifat anjuran menikah pada bulan Syawwal, 'Aisyah bermaksud, dengan ucapannya ini, untuk menolak tradisi jahiliyyah dan anggapan mereka bahwa menikah bulan Syawwal tidak baik.
  
7. Bulan Peningkatan 
Inilah keistimewaan bulan Syawal yang paling utama. Syawwal adalah bulan "peningkatan" kualitas dan kuantitas ibadah. Syawwal sendiri secara harfiyah, artinya "peningkatan" yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke "watak" semula. Naudzubillah.

8. Bulan Pembuktian Takwa.
Inilah makna terpenting bulan Syawwal. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawwal-lah "pembuktian" berhasil-tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajad takwa.

Jika tujuan itu tercapai sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya  lebih menjadi dermawan, menjadi lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusu' ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun keimanannya setelah Ramadhan. Wallahu a'lam.

Demikian uraian dari Keutamaan Bulan Syawwal. Semoga kita akan mendapat hasil taqwa itu di bulan Syawal ini. Aamiin...

Pembaca silakan klik link ini :  Hukum  untuk menambah wawasan.

0 Response to "Keutamaan Bulan Syawwal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel