ULAMA MENGINGATKAN KITA "HATI-HATI TANDA HITAM DI DAHI" INI ALASANNYA.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 
Kajian Islam (Katagori Posting Aqidah)

Pembaca budiman, semoga Allah Swt. senantiasa mencurahkan Rahmat dan BimbinganNya kepada kita dalam segala aktivitas di dunia ini semata-mata untuk mencari karunia dan RidhaNYa. Aamiin....


Rasiyambumen/Pelangi Kahazanah Islam memposting  "Hati-Hati Tanda Hitam Di Dahi / Kening"

Tanda hitam di Dahi
Sebagian orang memiliki tanda hitam di dahi. Tanda hitam ini biasa dikira sebagai bekas banyaknya sujud dalam sholat. 

Hal itu barang kali didasarkan pada firman Allah Swt. yang terdapat dalam surat Al-Fath ayat 29.  

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّـهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّـهِ وَرِضْوٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ .... (الفتح)29 
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka : kamu melihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud".(1407) ..... (QS Al-Fath ayat 29) 
 Ket : (1407) Artinya pada raut muka mereka kelihatan tanda-tanda keimanannya dan kesucian dalam hati mereka, (bukan dahi yang berbekas warna hitam) Terjemah Depag. 
 Inilah yang melatari pemahaman bahwa tanda hitam pada dahi itu merupakan bekas sujud.

Hitam pada dahi  memang tidak sepenuhnya salah karena bisa jadi seseorang banyak sujud dalam shalat kemudian tanpa sengaja dahinya menghitam. Namun penafsiran para ahli tafsir dari kalangan sahabat Nabi, dan Tabi'in hingga Tabi'ut Tabi'in, bukan begitu. (Artinya tanda hitam di dahi bukan diartikan tanda sujud tersebut).

Ibnu Abbas mengatakan maksud tanda-tanda itu adalah tanda baik yang ada pada wajah mereka bukan dahinya yang hitam. Mujahid dan muffassir lainnya menjelaskan  atsaris sujud  itu adalah khusu' dan tawadhu,.

As Saddi mengatakan bahwa shalat menjadikan wajah seseorang menjadi lebih indah.
Lebih jauh Ibnu Katsir menuturkan bahwa sebagian ulama salaf mengatakan bahwa : "siapa yang banyak shalat malam harinya, maka wajahnya kelihatan indah di siang harinya".

Umar bin Khattab dan Usman bin Affan juga mengatakan hal senada : "Siapa yang memperbaiki hatinya maka Allah akan memperbaiki penampilan mukanya" (lahiriyahnya)  kata Umar.

"Sesuatu yang terpendam dalam jiwanya akan terpancar melalui raut mukanya, bukan hitam dahinya"  Kata Utsman bin Affan.

Sayyid Qurtubi dalam taffsir Fi Zhilahi Qur'an menegaskan bahwa "min atsaris sujud" bukanlah tanda hitam di dahi/kening sebagaimana banyak dipahami orang.

"Siimaahum fii wujuuhihim min atsaris sujud" (tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud). Tanda yang tampak pada wajah mereka adalah keindahan, cahaya, kecerahan dan keramahan" kata Sayyid Qurtubi dari sumbu ibadah teranglah kehidupan, ke-elokan dan kelembutan. Tanda ini bukanlah berupa tanda hitam di dahi/kening sebagaimana yang segera dipahami saat mendengar firman Allah Swt. "min atsaris sujud". Yang dimaksud "atsaris sujud" adalah dampak yang indah di muka dari pengaruh ibadah.   

Baca juga yang ini : Hubungan Sholat Dan Rezeki

Karena tidak ada tafsir yang menjelaskan bahwa "atsaris sujud" maknanya tanda hitam di dahi/kening, maka para ulama pun mengingatkan agar berhati-hati dengan tanda hitam di dahi.  
Sebab hal itu dapat menimbulkan "Riya", sehingga akan dapat menghilangkan pahala dari shalatnya. 

Ketika Umar bin Khattab bertemu dengan seseorang yang memiliki tanda hitam di dahi, ia pun mengingatkan, dan bertanya bekas apa yang ada di dahimu?  "Sungguh aku telah lama bersahabat dengan Rasulullah Saw., Abubakar As-Shidiq, dan Usman bin Affan. Apakah kau lihat ada bekas tersebut di dahiku dan dahi mereka?" 

Abu Darda juga demikian. Saat bertemu dengan orang yang meiliki tanda hitam di dahi ia mengingatkan. "Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu akan lebih baik" 

Demikian alasan-alasan singkat diatas, mengapa ulama mengingatkan agar kita lebih hati-hati menjaga shalatnya dengan khusu' dan tawadu' hanya semata lillahi ta'ala. Jangan sampai menjadi hitam di dahi/kening, sehingga telah menyalahi daripada kehidupan ulama Salafi (para sahabat Nabi Saw., para Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in)

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur memiliki tanda hitam di dahi?

Jawaban/Solusinya ada tiga macam sebagai berikut :

Pertama :
Yang terpenting adalah tidak disengaja, yakni tidak dengan sengaja menekan-nekan dahi lebih keras ketika sujud agar muncul tanda hitam.

Kedua :
Jika memungkinkan adalah menghilangkan tanda hitam itu sehingga tidak muncul godaan untuk "riya". Karena ujian terberat pemilik "dahi hitam" adalah menganggap bahwa shalatnya lebih banyak daripada orang lain, sehingga memunculkan sifat "riya" ketika mendapat pujian itu atau bahkan secara sengaja ingin mendapatkannya.

Ketiga :
Banyak-banyak berdo'a kepada Allah agar diselamatkan dari sifat "riya" , karena kita tahu bahwa amalan "Riya" tidak akan mendapat pahala bahkan perbuatan ini sungguh sangat dibenci Allah Swt.

Karena menurut banyak orang sulit menghilangkan tanda "hitam di dahi" yang muncul secara tidak disengaja itu, maka yang perlu dilakukan hanya menjaga efeknya, agar tidak terjangkiti penyakit "riya".

Sumber :
(Muchlisin BK/Bersamadakwah)  
 

0 Response to "ULAMA MENGINGATKAN KITA "HATI-HATI TANDA HITAM DI DAHI" INI ALASANNYA."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel